JALAN TUHAN SELALU BAIK
MAZMUR 119:1–88

 

Orang yang telah mengalami anugerah Kristus akan dimampukan untuk dengan rendah hati dan penuh sukacita menaati perintah Tuhan yang penuh hikmat dan kudus.

 

Suatu hari, seorang pria menceritakan keadaan pernikahannya yang sedang bermasalah kepada pendeta. Kalimat pertama yang ia ucapkan adalah, “Saya tahu Tuhan mengajarkan kita untuk bersikap lemah lembut, tetapi kadang-kadang kita perlu menghadapi seseorang dengan tegas dan mengatakan apa yang perlu dikatakan.” Jangan terlalu cepat menilai pria tersebut. Jika jujur, kita semua pernah berada dalam posisi yang sama, saat kita merasa cara kita lebih tepat daripada cara yang Tuhan tetapkan, lalu memilih untuk tidak menaati apa yang sudah Dia nyatakan dengan jelas dalam firman-Nya.

 

Mungkin kita berkata, “Saya tahu Tuhan jauh lebih bijaksana daripada saya.” Namun kenyataannya, setiap kali kita melangkahi batas yang telah Tuhan tetapkan, kita sedang meyakinkan diri bahwa semuanya akan tetap baik-baik saja meskipun kita tidak menaati-Nya. Kita mulai percaya bahwa ketidaktaatan, baik dalam pikiran, keputusan, perkataan, maupun tindakan, dapat menghasilkan sesuatu yang baik. Pada saat-saat seperti itulah kita sedang bertindak seolah-olah kita lebih tahu daripada Tuhan.

 

Di situlah betapa dosa telah menipu hati kita. Dosa membuat kita percaya bahwa ada sesuatu yang lebih baik di luar batas-batas yang telah Allah tetapkan. Iblis menggoda kita untuk berpikir bahwa hidup yang baik dapat dicapai jika kita mengambil kendali penuh atas hidup kita dan melakukan apa yang menurut kita benar, daripada mengikuti apa yang Tuhan katakan sebagai yang terbaik. Selama kita masih hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini, kita akan terus menghadapi situasi-situasi yang menggoda kita untuk menganggap jalan kita lebih baik dan lebih bijaksana daripada jalan Tuhan.

 

Mazmur 119 merupakan ungkapan sukacita atas firman Allah di tengah dunia yang penuh dengan pencobaan, kesulitan, dan penderitaan. Perhatikan bagaimana mazmur ini dibuka: “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.” (Mzm. 119:1–10).

 

Mazmur ini mengingatkan kita bahwa jalan Tuhan selalu lebih baik daripada jalan kita. Kita tidak akan pernah lebih bijaksana daripada Raja atas seluruh ciptaan. Pesan yang disampaikan sangat jelas: berkat sejati ditemukan ketika kita hidup dalam ketaatan yang sungguh-sungguh kepada firman Tuhan. Ketaatan bukanlah beban, melainkan jalan terbaik yang Tuhan berikan bagi umat-Nya.

 

Namun Injil juga menyatakan bahwa kita tidak mampu menaati firman Tuhan dengan kekuatan kita sendiri. Hati kita telah dirusak oleh dosa dan berkali-kali memilih jalan yang salah. Karena itulah Kristus datang. Yesus hidup dalam ketaatan yang sempurna kepada Bapa, sesuatu yang tidak pernah mampu kita lakukan. Di kayu salib, Ia menanggung hukuman atas semua pemberontakan kita, lalu memberikan kebenaran-Nya kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Melalui anugerah Kristus, kita bukan hanya diampuni, tetapi juga diberi hati yang baru untuk mengasihi firman Tuhan. Roh Kudus memampukan kita menemukan sukacita dalam melakukan kehendak Allah, bukan lagi melihatnya sebagai beban.

 

Karena itu, ketaatan bukanlah usaha untuk mendapatkan kasih Allah, melainkan respons syukur karena kita sudah terlebih dahulu dikasihi dan diselamatkan oleh Kristus. Jalan Tuhan tetap adalah jalan yang terbaik, sebab Dia adalah Bapa yang penuh hikmat dan kasih. Di dalam Yesus, kita memperoleh anugerah untuk mempercayai-Nya dan berjalan seturut firman-Nya, bahkan ketika jalan itu terasa sulit.

 

Berdoalah hari ini agar Tuhan terus mengaruniakan kasih karunia yang memampukan kita menemukan sukacita dalam menaati firman-Nya. Jalan Tuhan selalu lebih baik, bukan hanya karena itu benar, tetapi karena jalan itu membawa kita semakin mengenal Kristus, menikmati kasih karunia-Nya, dan pada akhirnya membawa kita kepada sukacita dan kehidupan yang kekal bersama-Nya.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 1:1–6 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:1–109