HARGAILAH FIRMAN TUHAN

Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.  …  Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!”                    1 Samuel 3:1, 4

 

Pada akhir Kitab Hakim-Hakim, keadaan Israel penuh kekacauan. Setiap orang hidup menurut keinginannya sendiri (Hakim-Hakim 21:25), dan tidak ada pemimpin yang benar-benar membimbing mereka. Mengapa terjadi kegelapan rohani seperti itu? Karena firman Tuhan jarang disampaikan dengan setia.

Namun, keadaan ini bukan hanya terjadi pada masa itu. Sepanjang sejarah, ada banyak masa ketika umat Tuhan mengalami kegelapan dan seolah-olah Tuhan diam. Tetapi Allah adalah Tuhan yang penuh kasih dan selalu berbicara dengan jelas. Dia tidak pernah meninggalkan umat-Nya tanpa firman-Nya. Maka, meskipun bangsa Israel saat itu tidak setia, Tuhan telah menyiapkan Samuel untuk menyampaikan firman-Nya kepada mereka.

Saat ini, kita tidak bisa berkata bahwa firman Tuhan "jarang" seperti di zaman Samuel. Kita memiliki Alkitab yang mudah diakses. Hanya dalam beberapa abad terakhir seorang pendeta bisa berkata, “Mari buka Alkitab kita dan baca bersama.” Sebelum mesin cetak ditemukan, hanya sedikit orang yang memiliki Alkitab, dan bahkan jika mereka memilikinya, banyak yang tidak bisa membacanya. Pada abad ke-18, John Newton berkata bahwa ia merasa terhormat bisa berkhotbah kepada jemaat yang memiliki Alkitab di tangan mereka. Namun, hingga saat ini, masih ada negara-negara di mana Alkitab disita dan dihancurkan, sehingga firman Tuhan harus diselundupkan. Bagi saudara-saudara kita di sana, memiliki satu bagian kecil dari Alkitab adalah anugerah yang luar biasa.

Namun, ironisnya, meskipun kita memiliki Alkitab, banyak dari kita hidup dalam keheningan rohani. Firman Tuhan menjadi langka bukan karena sulit didapat, tetapi karena kita jarang membacanya, mendengarkannya, dan menghidupinya. Yang terpenting bukan hanya memiliki atau sekadar mengetahui Alkitab, tetapi menjadikannya pedoman hidup dan semakin mengenal Yesus melalui firman itu.

Alec Motyer menulis, “Apakah kita masih memiliki Alkitab di tangan kita? Hargailah itu, bacalah, dan tanamkan kebenarannya dalam hati dan pikiran. Alkitab bukan sesuatu yang pasti akan selalu kita miliki selamanya.”

Biarlah kata-kata ini mendorong Anda untuk mencari firman Tuhan, menghargainya, dan menjadikannya bagian dari hidup Anda, supaya Anda dapat hidup dalam terang-Nya—mendengar suara-Nya, mengenal Yesus, dan dibimbing oleh Roh Kudus.

 

Refleksi

Bacalah Mazmur 119:17-24 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab setahun: Keluaran 9–11; 1 Tesalonika 1

Truth For Life – Alistair Beg