TIDAK MEMBAGI KASIH
Hakim-Hakim 8–9
Allah kita adalah Allah yang cemburu dan tidak akan membagi kasih hati kita dengan siapa pun atau apa pun.
Betapa hancurnya kehidupan akibat perzinahan dan perceraian. Istri terluka, suami terjerat dosa, anak-anak kehilangan arah, dan keluarga terpecah. Semua itu meninggalkan luka yang dalam. Namun ada satu kenyataan yang lebih serius: ada perzinahan yang lebih dalam dari sekadar perzinahan fisik, yaitu perzinahan rohani. Perzinahan rohani terjadi ketika hati manusia berpaling dari Tuhan kepada hal lain, dan itulah yang menghancurkan hidup dari dalam. Perzinahan rohani itu menjerat hati, menyesatkan hidup, dan membuat seseorang merasa nyaman meninggalkan Tuhan yang sebenarnya menciptakan mereka untuk mengasihi, menikmati, dan mengikuti-Nya selamanya.
Perhatikan kata-kata dalam Hakim-Hakim 8:33–35: “Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah mereka; orang Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di sekelilingnya, juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Yerubaal-Gideon seimbang dengan segala yang baik yang telah dilakukannya kepada orang Israel.”
Ada satu frasa yang sangat kuat: “berjalan serong dengan mengikuti para Baal.” Kalau dalam terjemahan aslinya: “bersundal dengan para Baal”. Tuhan menggunakan bahasa yang tegas untuk menunjukkan betapa seriusnya keadaan ini. Hubungan Israel dengan Tuhan bukanlah sekadar pertemanan biasa yang longgar, di mana mereka bisa menikmati banyak “relasi lain”. Mereka terikat dalam perjanjian kekal dengan-Nya. Ketika mereka mengejar dan menyembah Baal, secara rohani itu sama seperti seorang suami atau istri yang mencari, mengejar, menggoda, dan tidur dengan orang lain di luar pernikahan. Bedanya, Pribadi yang mereka khianati adalah Allah Yang Mahakuasa.
Apa itu perzinahan rohani? Setiap kali Anda memberikan kasih hati Anda kepada sesuatu selain Tuhan—sehingga hal itu mengendalikan pikiran, keinginan, pilihan, dan tindakan Anda seperti yang seharusnya hanya Tuhan yang lakukan—Anda telah melakukan perzinahan rohani.
Bagian ini menunjukkan dua akar dari perzinahan rohani:
Injil memberikan kita harapan. Yesus datang untuk mengembalikan hati yang telah menyimpang. Dia tidak hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan arah kasih kita. Mari mengakui bahwa kita pun bisa melupakan Tuhan dan kurang bersyukur. Mari mengakui bahwa hati kita masih mudah berpaling menyimpang. Dan mari berdoa agar Tuhan memberi kita kekuatan untuk berpegang teguh kepada-Nya dengan segenap hati.
Dan hari ini, ingatlah: Yesus telah hidup, mati, dan bangkit supaya Anda bukan hanya diselamatkan, tetapi juga dijaga dan dipelihara oleh kasih karunia-Nya setiap hari.
Refleksi
Bacalah Keluaran 20:4–5 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 8-9