PENANGKAL KESOMBONGAN

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Markus 8:15

 

Sungguh menyedihkan melihat begitu banyak orang melihat Tuhan Yesus, mendengar ajaran-Nya, dan menyaksikan mukjizat-mukjizat-Nya—namun menolak untuk percaya. Pada hari yang sama mereka melihat Dia memberi makan 4.000 orang dengan beberapa roti dan ikan—menunjukkan diri-Nya sebagai Allah yang menyediakan bagi umat-Nya di padang gurun (Markus 8:1-10; lihat Keluaran 16)—orang Farisi meminta kepada-Nya sebuah “tanda dari sorga” (Markus 8:11). Sebagai tanggapan, Yesus memperingatkan para pengikut-Nya, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”

 

Orang Farisi dicirikan oleh kemunafikan: Herodes dicirikan oleh permusuhan. Orang Farisi ingin berpegang teguh pada asumsi mereka, merasa benar sendiri, merasa bahwa mereka layak mendapatkan berkat dari Allah, sehingga mereka tidak memiliki tempat bagi Juruselamat. Herodes ingin berpegang teguh pada kekuasaan yang dimilikinya atas rakyat, sehingga dia tidak memiliki tempat bagi Sang Raja. Oleh karena itu, mereka buta terhadap kebenaran. Pendekatan mereka menolak untuk percaya atau memahami siapa Yesus. Mereka pada dasarnya berkata, saya benar-benar tidak ingin mencari tahu apa yang Yesus maksudkan, dan saya tentu tidak akan menerima bahwa Dia adalah Juruselamat saya atau Raja saya. Yesus memperingatkan agar tidak bersikap seperti itu, karena sedikit saja ragi—ketidakpercayaan—dapat membuat perbedaan yang signifikan.

 

Ketika kesombongan muncul, hal itu dapat membuat kita menghakimi Kitab Suci alih-alih belajar darinya. Namun, ketika kita menghakimi firman Allah, apa yang kita anggap sebagai perubahan kebenaran yang sepele dan tidak penting sebenarnya akan menjadi ragi yang menyebar ke seluruh roti keyakinan kita. Tantangan Yesus kepada kita adalah untuk dengan rendah hati menerima diri-Nya sebagai siapa Dia—membiarkan Dia menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan memerintah atas seluruh hidup kita. Dia dengan sabar mengingatkan kita berulang kali tentang siapa Dia. Tantangan-Nya bersifat profetik dan parental, langsung dan penuh kasih.

 

Kita membutuhkan karya Kristus untuk mengatasi dampak ragi kesombongan. Diperlukan campur tangan ilahi untuk memahami karya Kristus dalam hidup kita. Itulah sebabnya orang dapat membaca Alkitab dan tidak melihat apa pun—dapat mendengarkan kisah Injil dan tidak mendengar apa pun. Sampai mata pemahaman dibukakan dan telinga kita dibuka, kita tidak akan terpengaruh. Namun, setiap hari Roh Allah menunjukkan kepada kita keindahan Yesus, dan mengingatkan kita akan kebutuhan kita yang sangat besar akan Dia, sehingga hati dan pikiran kita dapat bernyanyi:

 

Ku tak mengerti kuasa Roh Kudus mengubah orang berdosa.

Meyakinkan tentang Tuhan Yesus menjelma jadi manusia.

Namun ini yang kupercaya bahwa Dia dapat memelihara

apa yang t’lah kuserahkan waktu aku percaya.

 

Penangkal ragi orang Farisi dan Herodes adalah pekerjaan Roh. Jangan terlalu sombong dengan berpikir Anda tidak membutuhkan Dia. Berdoalah agar Dia menunjukkan Yesus kepada Anda lagi dalam firman-Nya hari ini, sehingga Anda dapat menyembah Juruselamat dan Raja Anda dengan setiap bagian hidup Anda.

 

Refleksi

Bacalah Lukas 18:9-14 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaaan Alkitab SetahunZakharia 5- 8 ; Lukas 23: 1 - 25

Truth For Life – Alistair Beg