SEKARANGLAH WAKTUNYA
Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. — 2 Korintus 6:2
Tidak ada yang lebih konfrontatif dengan kita sebagai makhluk ciptaan selain jam tangan yang kita pakai di pergelangan tangan kita atau jam yang berdetak di dinding kita. Cobalah pikirkan tentang tidak adanya waktu. Hampir tidak mungkin bagi kita untuk melakukannya. Allah, yang berada di luar waktu, menciptakan waktu agar kita dapat menjalani setiap momen yang telah Dia berikan kepada kita untuk kemuliaan-Nya.
Kita tidak suka menghadapinya, tetapi Alkitab sering memaksa kita menyadari betapa singkatnya hidup ini. Alkitab mengatakan bahwa hidup kita “seumpama uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yak. 4:14). Alkitab mengingatkan kita tentang kefanaan bukan untuk menakut-nakuti atau menghancurkan kita, tetapi agar kita menjadi bijaksana. Kita perlu terus diingatkan betapa cepatnya waktu berlalu, terutama saat kita masih muda — karena kita sering mengira bahwa kita masih punya banyak waktu, padahal sebenarnya tidak.
Alkitab hampir selalu berbicara kepada kita dalam masa sekarang: “Sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.” Dengan kata lain, sekaranglah waktunya untuk diperdamaikan dengan Allah. Sekarang adalah waktunya untuk bertobat — bukan nanti, bukan suatu hari, bukan setelah semua terasa mudah. Sekarang adalah waktu untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sekitar kita. Anda tidak dipanggil untuk hidup di bawah penyesalan masa lalu atau kekhawatiran masa depan. Anda tidak dipanggil untuk hidup seolah-olah Anda pasti memiliki hari esok untuk melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan hari ini.
Allah memanggil kita untuk menghadapi masa kini dengan penuh kesadaran bahwa masa depan datang dengan kecepatan 60 detik per menit. Hidup yang Allah berikan kepada kita sedang cepat berlalu. Jika kita tidak berhati-hati, waktu akan habis sebelum kita menyadarinya. Dalam Mazmur 90, pemazmur berdoa: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mzm. 90:12). Semoga doa ini menjadi doa kita juga — kiranya Allah menolong kita untuk menjadi penatalayan yang baik dari waktu yang Ia berikan kepada kita sekarang.
Hari ini adalah hari yang baik untuk menikmati keselamatan yang kita terima di dalam Kristus dan untuk memberitakannya kepada orang lain. Sekarang adalah waktunya. Gunakanlah dengan sungguh-sungguh.
Refleksi
Bacalah Efesus 5:15−20 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Kebenaran Injil mana yang mengubahkan hati saya?
2. Hal apa yang perlu saya pertobatkan?
3. Apa yang bisa saya terapkan hari ini?
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 23-24; Lukas 9:18-36