SUMMARY 8 FEBRUARI 2026
UNIT 17 SESI 3
JUDUL : BAIT ALLAH DIBANGUN KEMBALI
PEMBICARA : KAK RISKA, PS. MARIA, KAK NANA
Akhirnya umat Allah kembali ke Yerusalem, negeri nenek moyang mereka. Allah telah memberi mereka kesempatan baru untuk hidup sebagai umat-Nya yang istimewa. Mereka harus segera bekerja, menyelesaikan fondasi Bait Suci.
Banyak dari orang-orang yang pulang ke Yehuda, lahir di Babel, tetapi mereka mungkin telah mendengar cerita dari orang tua dan kakek-nenek mereka, tentang kehidupan di negeri yang telah diberikan Allah kepada mereka.

Mereka mungkin mendengar kesalahan yang dilakukan keluarga mereka: mengabaikan Allah, menyembah berhala, dan menganiaya orang miskin. Tetapi Tuhan berbelas kasih! Dia menepati janji-Nya untuk membawa umat-Nya kembali ke Yehuda.
Kehidupan di Yehuda tidak seperti yang mereka bayangkan. Kehidupan di sana sulit. Kekayaan negeri mereka hilang. Pekerjaan untuk membangun kota Yerusalem dan Bait Allah terasa berat. Kondisi tanah kurang baik dan panen mereka gagal. Bangsa-bangsa di sekitar mereka menentang upaya mereka (Lihat Ezra 4:6,11-16).

Umat Allah kecewa dan putus asa. Bukannya melawan musuh, mereka malah menyerah. Mereka membiarkan Bait Allah terbengkalai selama 16 tahun. Mereka beralasan, “Mungkin belum waktunya untuk membangun kembali Bait Allah.” Mereka mengira jika itu adalah kehendak Allah, bukankah Dia akan mempermudahnya bagi mereka? (Lihat Hag. 1:2) Sebaliknya umat Allah bekerja membangun rumah mereka sendiri.
Nabi Hagai pun datang dan menegur orang-orang karena prioritas mereka salah (Hag. 1:4). Dia menyampaikan firman dari Tuhan, memerintahkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah mereka mulai tapi tidak mereka selesaikan. Allah berjanji untuk memenuhi Bait Allah dengan kemuliaan-Nya, dan menghibur umat-Nya yang lelah dengan janji ini: “Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan” (Hag. 2:7,9).

Allah berjanji untuk menyertai umat-Nya dan memberkati mereka—dan bukan hanya mereka, tetapi seluruh dunia melalui mereka untuk menepati janji yang Dia buat kepada Abraham di masa lalu (Lihat Kej. 12:3). Melalui hamba-Nya, Zerubabel, Allah akan mengutus Putra-Nya, Yesus (Hamba yang lebih besar yang adalah Allah bersama kita).
Umat Allah membangun kembali Bait Allah sehingga mereka akan memiliki tempat untuk menyembah Allah. Bertahun-tahun kemudian, Allah mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk tinggal bersama umat-Nya. Sekarang Allah tidak lagi hanya berdiam di Bait Allah, tetapi langsung dengan umat-Nya. Yesus menyediakan sesuatu lebih baik dari Bait Allah; Dia memberi kita diri-Nya sendiri.
POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:

2. Pernahkah kamu merasa ingin menyerah karena harus melakukan sesuatu yang terlalu sulit? Bagaimana pelajaran ini menolong kamu untuk tidak menyerah? (Kita dapat dihibur dengan kebenaran bahwa ketika segala sesuatu terasa sulit, Allah tetap bersama kita. Kesulitan yang kita alami membuat kita semakin bergantung kepada Allah dan saat kita berhasil mengatasi kesulitan tersebut, kita menunjukkan kuasa Allah yang menolong dan membimbing kita, sehingga Dia akan dimuliakan!)

AYAT HAFALAN
Yeremia 29:11 (VMD) Demikianlah firman TUHAN. “Aku mempunyai rencana yang baik bagimu. Aku tidak merencanakan melukai kamu. Rencana-Ku ialah memberikan pengharapan dan masa depan yang baik bagimu.”
Jeremiah 29:11 (CSB) For I know the plans I have for you,” declares the Lord, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.”