SUMMARY 23 AGUSTUS 2026
UNIT 23 SESI 5
JUDUL : GEMBALA YANG BAIK (YOHANES 10)
PEMBICARA : KAK RONY, KAK SHIENNY, KAK ERICH

Pengajaran Yesus menyebabkan perpecahan di antara orang-orang Yahudi. Mereka berdebat tentang siapa Dia dan dari mana Dia berasal. Apakah Dia benar-benar datang dari Allah? Apakah Dia gila atau kerasukan setan? Dalam Yohanes 10, Yesus mengajar tentang diri-Nya dengan menggunakan perbandingan yang terdapat di seluruh Perjanjian Lama: Tuhan sebagai Gembala umat-Nya.
Pada zaman Alkitab, menggembalakan domba adalah pekerjaan umum. Para pemimpin bangsa—bahkan bangsa non-Israel—akan menyebut diri mereka sebagai gembala bagi rakyatnya. Seorang gembala yang baik akan membimbing, memberi makan, dan melindungi rakyatnya. Namun nabi-nabi Perjanjian Lama seperti Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel mengkritik para pemimpin Israel karena gagal menggembalakan umat Allah dengan baik. Orang Israel seperti domba—tidak berdaya dan mudah tersesat - dan mereka merindukan gembala yang benar-benar baik.

Yesus adalah Gembala yang Baik yang memberikan hidup berkelimpahan bagi domba-domba-Nya. Seorang gembala akan mengumpulkan domba-dombanya di malam hari dan membuat kandang untuk menjaga domba-domba tetap aman dan untuk mencegah binatang buas dan pencuri masuk. Gembala akan berbaring di seberang kandang. Seperti seorang gembala yang memberikan keselamatan bagi domba-dombanya, Yesus memberikan keselamatan dan hidup yang kekal.
Yesus adalah Gembala yang Baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Seorang gembala melindungi domba-dombanya dari serigala dan binatang buas lainnya, bahkan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Yesus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan orang-orang berdosa dari dosa dan kematian.
Yesus adalah Gembala yang Baik yang mengenal domba-domba-Nya. Bahkan ketika dua atau lebih kawanan domba berkumpul di dalam kandang, seorang gembala dapat memanggil domba-dombanya dan mereka akan merespons suaranya. Yesus mengenal domba-domba-Nya secara pribadi.

Yesus, Gembala yang Baik, datang untuk melakukan rencana Bapa-Nya: mati di kayu salib dan bangkit kembali agar kita bisa diselamatkan. Kita dapat hidup dengan penuh pengorbanan saat kita mengarahkan orang lain pada pengorbanan yang Yesus buat untuk kita.

Yesus adalah Gembala yang Baik. Allah mengutus Dia untuk menyelamatkan orang berdosa. Yesus memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya agar mereka dapat memperoleh pengampunan dan hidup yang kekal. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita adalah domba-domba-Nya yang mendengarkan, mengikuti, dan menaati-Nya.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
1. Siapakah Gembala yang Baik itu? (Yesus). Siapakah domba-domba Yesus? (Semua orang yang percaya kepada Yesus).
2. Mengapa Yesus membandingkan kita dengan domba? (Jelaskan kepada anak Anda bahwa domba adalah hewan yang membutuhkan bimbingan. Kalau sendirian mereka tidak bisa hidup. Yesus datang untuk memberi kita hidup yang hidup yang penuh dan berarti.)
3. Seperti seorang gembala mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk melindungi domba-dombanya dari serigala, apa yang Yesus lakukan bagi kita? (Yesus menyerahkan hidup-Nya bagi domba-domba-Nya agar kita dapat memperoleh pengampunan dan hidup yang kekal.)
4. Yesus datang untuk menjalani kehidupan yang sempurna, mati sebagai korban yang sempurna untuk dosa, dan hidup kembali untuk mengalahkan kematian. Bagian dari kehidupan-Nya yang sempurna adalah memberitahu orang-orang tentang Allah dan kerajaan-Nya agar kita mengenal Allah secara pribadi. Ini mengingatkan kita pada PERTANYAAN GAMBAR BESAR :
5. Yesus ingin agar kita, domba-domba-Nya, mengetahui pengajaran-Nya dan menaati-Nya. Itulah sebabnya Dia mengutus Roh Kudus untuk tinggal bersama kita dan membantu kita mengingat dan menaati Firman Allah.

AYAT KUNCI HAFALAN:
Yohanes 14:26 (TB) Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan mengingatkan kamu semua yang telah Ku-katakan kepadamu.
John 14:26 (NIV) The Holy Spirit will teach you all things and remind you of everything I have said to you.
