Yesus Menyembuhkan 10 Orang Kusta

SUMMARY 28 JUNI 2026
UNIT 22 SESI 1
JUDUL : YESUS MENYEMBUHKAN 10 ORANG KUSTA
PEMBICARA : KAK RISKA, KAK JASON, KAK BELVINA

 

Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem ketika Dia berhenti di sebuah desa. Dia didatangi oleh sepuluh orang penderita kusta. Mereka tidak bisa terlalu dekat karena menurut hukum Yahudi, penyakit mereka adalah penyakit najis. Imamat 13–14 merinci hukum tentang penyakit kulit seperti kusta. Seseorang harus pergi ke imam untuk diperiksa, mengisolasi dirinya dari orang lain, dan kemudian setelah sembuh kembali kepada imam untuk diperiksa, disucikan, dan kembali ke masyarakat.

 

Orang-orang itu berseru kepada Yesus memohon belas kasihan, dan Dia menyuruh mereka untuk pergi dan menghadap imam. Di tengah perjalanan, Yesus secara ajaib menyembuhkan mereka. Kesembuhan ini memberi mereka awal yang baru, di mana mereka sekarang bisa kembali hidup bersama teman dan anggota keluarga mereka. Salah satu dari sepuluh orang itu yakni seorang Samaria, waktu tahu bahwa dia sudah disembuhkan, kembali kepada Yesus.

 

Lukas memberi tahu kita reaksi orang ini: “dia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya” (Lukas 17:15-16). Kerendahan hati dan rasa syukur adalah bukti iman. Tanggapan orang itu menunjukkan pemahamannya tentang anugerah dan kebaikan Allah. Yesus menyatakan, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (ay. 19). Orang ini disembuhkan bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.

 

Yesus menyembuhkan sepuluh orang yang berseru kepada-Nya. Tetapi hanya satu orang yang memiliki iman dan diselamatkan. Ketika kita percaya kepada Yesus dengan iman, Dia menyembuhkan kita dari sesuatu yang lebih besar daripada penyakit; Dia menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Kita dapat mengucap syukur dan menyembah Dia karena menjadikan kita baru.

 

Alkitab berkata bahwa kita semua telah berdosa. Dosa kita membuat kita najis, tetapi kita dapat berseru kepada Allah seperti sepuluh orang kusta itu: “Tuhan Yesus, kasihanilah kami!” Allah mendengar doa dan seruan kita. (Lihat Maz. 51:19). Injil menyambut setiap orang yang berbalik dari dosa dan percaya kepada Yesus.

 

Saat Anda mengajar anak Anda, tekankan bahwa ketika kita percaya kepada Yesus dengan iman, Dia menyembuhkan kita dari sesuatu yang lebih besar dan berbahaya daripada penyakit; Dia menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Kita dapat mengucap syukur dan menyembah Dia karena menjadikan kita baru.

 

POIN DISKUSI  BAGI KELUARGA:

  1. Mengapa 10 orang kusta itu berseru minta agar Yesus mengasihi mereka? (Karena mereka tahu bahwa hanya Yesus yang bisa menolong mereka! Penyakit kusta sangat menular, sehingga mereka harus hidup terpisah dari keluarga dan teman-teman, Hal ini tentu membuat mereka sedih dan tidak punya masa depan.)

 

  1. Meskipun 9 orang itu tidak kembali untuk bersyukur dan menyembah Allah, YESUS TIDAK MENGAMBIL KEMBALI KESEMBUHAN MEREKA. Mengapa? (Karena kasih Yesus tidak bergantung pada apakah kita mengasihi Dia atau tidak. Yesus tidak menunggu manusia untuk menyembah dan mengasihi Dia lebih dulu baru menawarkan kesembuhan dan keselamatan. Yesus (Allah) itu kasih!)

 

  1. Alkitab berkata bahwa kita semua telah berdosa. Dosa kita membuat kita najis, seperti sepuluh orang kusta itu. Apa yang bisa lakukan ? (Kita dapat berseru kepada Allah seperti sepuluh orang kusta itu: “Tuhan Yesus, kasihanilah kami!” Yesus mendengar doa dan seruan kita. Yesus menyambut kita yang berbalik dari dosa dan percaya kepada-Nya. Yesus menyelamatkan kita dari dosa dan menyembuhkan hati kita yang rusak akibat dosa. Setelah itu, kita bisa bersyukur kepada Allah dan menyembah Dia karena telah menjadikan kita baru!)

 

  1. Tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk menyembah, mengasihi dan memuliakan Dia. Kita tidak dapat mengalami yang terbaik yang Tuhan sudah siapkan bagi kita kalau kita tidak menyembah-Nya dan hidup bagi kemuliaan-Nya. Ajak anak Anda menghafalkan Pertanyaan Gambar Besar:
  • Mengapa Allah menciptakan manusia? (Why did God create people?)
  • Jawaban : Allah menciptakan manusia untuk menyembah-Nya, mengasihi-Nya, dan menunjukkan kemuliaan-Nya. (God created people to worship Him, love Him, and show His glory). 

 

  1. Ayat kunci kita ditulis oleh Nabi Yesaya jauh sebelum Yesus datang ke dunia. Nabi Yesaya berkata bahwa Yesus menyembuhkan orang-orang sakit sebagai bukti bahwa Dia adalah Mesias. Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia melakukan penyembuhan yang paling penting : Dia membuka jalan bagi kita untuk diselamatkan dari dosa dan menyembuhkan hati kita yang rusak akibat dosa.

AYAT KUNCI HAFALAN:

Yesaya 53:4 AYT) Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya. Namun, kita mengira bahwa Dia terkena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Isaiah 53:4 (NIV) Surely He took up our pain and bore our suffering, yet we considered Him punished by God, stricken by Him, and afflicted.