SUMMARY 12 JULI 2026
UNIT 22 SESI 3
JUDUL : YESUS MENYEMBUHKAN ORANG LUMPUH
PEMBICARA : KAK KEVIN, KAK FATAH, KAK ERICH

Kolam Betesda di Yerusalem adalah tempat yang diyakini banyak orang memiliki kekuatan penyembuhan. Orang yang sakit atau cacat pergi ke kolam dengan harapan sembuh. Mereka percaya seorang malaikat akan mengguncangkan air, dan orang pertama yang masuk akan disembuhkan. (Beberapa terjemahan menyertakan detail ini dalam ayat 4; tetapi karena manuskrip paling awal dan paling akurat tidak menyertakan detailnya, sebagian besar terjemahan kontemporer juga menghilangkannya.)
Yesus mencari seorang pria di kolam Betesda yang telah lumpuh selama 38 tahun. Yesus bertanya kepada orang itu, “Maukah engkau sembuh?” Pria itu, karena tidak mengenali siapa yang berbicara dengannya (lihat Yohanes 5:13), menjelaskan ketidakmampuannya untuk bisa sampai ke kolam tepat waktu. Dipenuhi dengan belas kasihan, Yesus, berkata kepada pria itu: “Bangunlah, angkatlah tikarmu, dan berjalanlah.” Setelah puluhan tahun tidak berdaya, orang itu langsung sembuh. Dia mengangkat tikarnya dan berjalan.
Pada saat itu, Yesus menyelinap pergi melalui kerumunan. Jadi ketika para pemimpin Yahudi menanyai pria itu perihal kesembuhannya dan menuduh pria itu melanggar hukum Taurat dengan mengangkat tikarnya pada hari Sabat, pria itu bahkan tidak tahu siapa yang menyembuhkannya. Namun Yesus mencari orang itu untuk kedua kalinya. Yesus menemukan orang itu di Bait Allah dan memperingatkannya, “Jangan berbuat dosa lagi, supaya sesuatu yang lebih buruk tidak terjadi padamu.”
Yesus peduli dengan keadaan jasmani pria itu; Dia menyembuhkan penyakitnya. Tetapi Yesus lebih memperhatikan jiwa orang itu. Saat Anda mengajar anak-anak, tekankan bahwa pria di kolam itu tidak dapat menolong dirinya sendiri. Yesus menyembuhkan dia, dan dia menuruti perintah Yesus. Dengan cara yang sama, kita tidak dapat membebaskan diri dari dosa. Yesus memanggil kita untuk percaya kepada-Nya. Ketika kita percaya kepada Yesus, Dia membebaskan kita dari kuasa dosa dan maut sehingga kita dapat mengikuti Dia dan menaati Dia.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
1. Orang lumpuh di tepi kolam Betesda telah ada di sana selama 38 tahun dan dia tidak bisa menolong dirinya sendiri. Siapakah yang dengan penuh belas kasihan datang mencari dan menyembuhkan dia? (Yesus, Mesias, Sang Anak Allah)
2. Mengapa kita mirip dengan orang lumpuh itu? (Kita terikat dalam dosa dan tidak bisa menolong diri kita sendiri untuk berhenti berbuat dosa. Alkitab menggambarkan kita mati dalam dosa. Kita membutuhkan Yesus untuk menyelamatkan kita dan memberi kita hidup baru. Melalui karya Yesus yang sempurna di kayu salib, kita memperoleh keselamatan!)
3. Waktu Yesus berkata, “Angkatlah tikarmu dan berjalanlah.” Walaupun orang yang lumpuh selama 38 tahun itu tidak mengenal Yesus, mengapa dia bisa langsung percaya dan menaati Yesus? (Hal itu terjadi karena Yesus yang memberi dia iman bahwa ia telah disembuhkan! Ini menunjukkan kepada kita sesuatu yang sangat menarik tentang perintah Yesus: pertolongan Yesus-lah yang membuat kita bisa percaya dan menaati Allah!)
4. Waktu Yesus menyembuhkan orang sakit, Ia menunjukkan kepada kita tentang siapa Dia dan betapa Dia mengasihi manusia. Itu menuntun kita untuk kembali kepada Allah, sehingga kita bisa mengasihi dan menyembah-Nya, sebagaimana tujuan kita diciptakan! Ini mengingatkan kita pada PERTANYAAN GAMBAR BESAR :
5. AYAT KUNCI kita ditulis oleh nabi Yesaya beratus tahun sebelum Yesus menjadi manusia!
Yesaya menulis bahwa Yesus akan datang untuk menyembuhkan beberapa orang yang sakit. Tetapi yang paling penting adalah : YESUS MENYEMBUHKAN SEMUA ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA DARI DOSA DAN KEMATIAN melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Itu adalah penyembuhan yang lebih penting dibanding kesembuhan jasmani

AYAT KUNCI HAFALAN:
Yesaya 53:4 AYT) Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya. Namun, kita mengira bahwa Dia terkena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Isaiah 53:4 (NIV) Surely He took up our pain and bore our suffering, yet we considered Him punished by God, stricken by Him, and afflicted.
