Akulah Terang Dunia

Pembacaan : Yohanes 8:12 - 20

 

Pada minggu-minggu ini gereja kita ingin mengajak setiap kita untuk sama-sama memikirkan secara serius pernyataan Yesus tentang Identitas DiriNya ketika memperkenalkan DiriNya sebagai “Akulah…” dan pada hari ini kita akan memikirkan pernyataan Yesus itu yang menjadi tema kotbah yaitu “AKULAH TERANG DUNIA” penegasan Identitas Diri Yesus sebagai Terang Dunia merupakan jawaban yang punya makna tersendiri bagi orang Yahudi dan Yunani pada saat itu.

 

Bagi orang Yahudi, penegasan Terang adalah penegasan yang mengingatkan mereka akan pimpinan TUHAN di padang gurun sementara bagi orang Yunani, Terang merupakan lambang dari kehidupan sejati yang menghindarkan manusia dari jerat ketakutan akan kematian, penyingkap kebodohan dan dosa manusia. oleh karena itu Yohanes mencatat perkataan Yesus kepada orang Yahudi sebagai Terang Dunia ini kemudian menyajikan kepada pembacanya yaitu orang Yunani sehingga penegasan Yesus tentang DiriNya sebagai “TERANG DUNIA” menjawab keimanan Yahudi dan hasrat diri orang Yunani. Sasaran utama Yohanes mencatat perkataan Yesus sebagai Terang hanya satu yaitu di bagian akhir dari Injil ini (Yoh 20:31 baca). Oleh karena itu mari kita sama-sama membaca penegasan Yesus ini dari Yoh 8:12-20

 

LATAR BELAKANG: menurut Merill C Tenney, Yohanes membagi kehidupan Yesus ke dalam 4 periode mulai dari periode Renungan, Pertentangan, Genting dan Pelaksanaan dan dari ke-4 periode ini, penegasan Yesus tentang Identitas DiriNya yang tertulis dalam Yohanes 8 ini masuk dalam kategori PERIODE PERTENTANGAN karena penegasan Identitas DiriNya sebagai TERANG DUNIA mendapat pertentangan dari orang-orang Farisi.

 

TEMPAT DAN HARI dimana Yesus mengucapkan perkataan-perkataannya juga penting mendapat sorotan yang mendukung pertentangan yang datang dari orang-orang Farisi. Tempat ini menjadi dasar dan latar belakang bagi Yesus untuk mengucapkan “AKULAH TERANG DUNIA” (baca Yohanes 8:20) dan hari dimana Yesus sedang mengajar di Bait Allah bertepatan dengan Hari Raya SUKOT atau Hari Raya Tabernakel di Yerusalem.

 

Apakah Hari Raya SUKOT itu? Hari Raya SUKOT adalah perayaan yang diadakan sebagai penghormatan terhadap TUHAN yang telah memimpin umat Israel dalam pengembaraan mereka di padang gurun selama 40 tahun dan pada waktu malam hari, orang-orang menyalakan dua lampu emas di sisi dari altar korban bakaran dan cahaya lampu itu menebarkan sinarnya di atas halaman Bait Suci.

 

Perayaan semacam ini didasarkan pada Misnah (kitab memuat keterangan yang berisikan bagian dari Hukum Allah kepada Israel yang tidak tertulis dalam Alkitab) pada Bab Sukkah 5:2-4 ditegaskan bahwa dalam Bait Allah “tak satupun di pelataran Yerusalem yang tidak menyalakan cahaya lampu menorah; semua menyalakan cahaya lampu untuk merayakan festival ini. orang-orang religius dan orang-orang yang baik perbuatannya akan menari di sekeliling menorah dengan obor di tangan mereka, mereka menyanyi dan memuji Allah sementara kaum Lewi akan memainkan alat-alat musik” sebagai peringatan terhadap pemeliharaan Allah, yang telah memimpin umatNya dengan tiang api pada waktu malam dan tiang awan pada waktu siang.

 

ISI: Dan Tuhan Yesus yang saat itu juga turut hadir, di tengah-tengah kegembiaraan perayaan SUKOT beserta dengan lampu emas yang menyala menerangi seluruh pelataran Bait Allah itu, Yesus mengatakan kepada orang banyak yang hadir disana: "AKULAH TERANG DUNIA" yang dalam bahasa Ibrani memakai “ANI OR HA’OLAM”

 

1. TERANG MEMBERI KITA HIDUP (ay 12)

 

Kata “TERANG/OR” menyatakan terang yang bersinar dengan kuat mengamankan dan melindungi dan Yesus bukan saja mengatakan “AKULAH TERANG” tetapi Ia juga menyertakan kata “DUNIA/HA’OLAM” yang menunjuk pada umat manusia di dunia. Hal ini berarti Yesus secara tidak langsung ingin menegaskan bahwa posisi umat manusia di dunia sedang berada dalam gelap. oleh karena itu, kita mengerti apa arti dari ucapan ketika Ia mengatakan “AKULAH TERANG DUNIA” artinya “Akulah Satu-satunya terang yang bercahaya menyinari umat manusia yang berada dalam kegelapan”

 

Pernyataan Yesus sebagai ‘TERANG DUNIA” menggenapkan Yes 9:1, TUHAN melalui sang nabi menyatakan bahwa “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” Matius dalam Mat 4:12-16 menangkap maksud Allah yang tersembunyi dari Yes 9:1 dan melihatnya pada konteks lain dimana Kristus pergi dan melayani wilayah bangsa-bangsa lain; pada saat-saat inilah “TERANG YANG BESAR ITU BERSINAR” bangsa-bangsa yang diam dalam kegelapan dan mereka melihat “SANG TERANG” itu berjalan di antara mereka dan melayani mereka. Dan SANG TERANG itu sekarang dalam Yoh 8:12 mengaku “AKULAH TERANG DUNIA” Orang Yahudi yang saat itu sedang memperingati pimpinan TUHAN dalam TIANG API yang BERSINAR TERANG MENYINARI UNTUK MENUNTUN PERJALANAN mereka di malam hari yang gelap langsung sangat memahami sekali apa arti ucapan Yesus yang bahwa DiriNya adalah “SANG TERANG” sebab tidak ada satupun nabi mengakui bahwa DiriNya adalah “TERANG” selain TUHAN sendiri. Dengan kata lain, secara tidak langsung, hal ini merupakan pengakuan DiriNya sebagai TUHAN itu sendiri yang MENYINARI UMAT ISRAEL YANG BERADA DALAM KEGELAPAN.

 

Dan Yohanes mencatat ucapan Yesus yang mengatakan “AKULAH TERANG DUNIA” dan menujukkannya kepada orang Yahudi dan Yunani. Bagi orang Yunani, TERANG dianggap sebagai KEHIDUPAN SEJATI yang menghindarkan manusia dari jerat ketakutan akan kematian, penyingkap kebodohan dan dosa manusia yang berada dalam kegelapan. Karena itulah di Yoh 1, Yohanes menekankan Supremasi TERANG yang “TAK TERKUASAI KEGELAPAN namun justru BERCAHAYA DI DALAM KEGELAPAN” (baca Yoh 1:1, 4-5).

 

IMPLIKASI: Kegelapan dalam PB sering dikaitkan dengan kehidupan manusia yang berada dalam kondisi hidup yang tak berpengharapan karena jauhnya mereka hidup dari Allah sehingga manusia menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu dan mengerjakan segala macam kecemaran diri bahkan mereka bukan hanya mengerjakan dosa tetapi mereka menyukai perbuatan-perbuatan mereka yang jahat. ironisnya manusia yang sedang berada dalam kegelapan ini merasa dirinya bijak sehingga manusia menjadi orang-orang yang humanistic. Sejak abad Renaissance, manusia merasa seolah menemukan ‘terang’ bagi dirinya dimana manusia menyatakan dirinya sebagai mahkluk yang TERCERAHKAN karena ketergantungan manusia meningkat pada satu presaposisi bahwa yang teruji dan benar adalah sesuatu yang teruji dalam observasi.

 

Manusia mengandalkan diri sendiri. Bagi kaum humanist, kemuliaan manusia terletak dalam kebebasannya untuk menentukan pilihan sendiri sebagai penguasa atas alam. Pemujaan manusia terhadap keunggulan dirinya sendiri membawa kaum humanist berpikir bahwa “pada dasarnya hati manusia itu baik” sehingga ketika manusia melakukan suatu perbuatan yang disebut “dosa” mereka merasa tidak perlu meminta ampun kepada TUHAN karena doa memohon pengampunan menunjukkan bahwa manusia itu lemah sehingga manusia merasa baik-baik saja ketika ia melakukan berbagai dosa karena itu hanya dianggap sebagai kelemahan manusia semata.

 

Pemikiran seperti ini pada akhirnya membawa manusia pada suatu sikap yang semakin menjauhkan TUHAN, SANG TERANG dari kehidupan mereka. kaum yang merasa dirinya mendapat pencerahan karena segala pencapaiannya ternyata tetap berada dalam KEBODOHAN, BERJALAN DALAM KEGELAPAN DOSA dan BERUJUNG PADA KEMATIAN KEKAL AKIBAT DOSA.

 

Saat ini di hadapan kita, Yesus yang mengaku SEBAGAI TERANG DUNIA berkata kepada orang Yahudi pada saat itu “AKULAH TERANG DUNIA” Yesus menyatakan DiriNya sebagai TUHAN dalam TIANG API sebagai PENUNTUN bagi manusia yang berada dalam  PERJALANAN HIDUP YANG GELAP dan PENYINGKAP KEBODOHAN HATI MANUSIA YANG GELAP serta jawaban bagi manusia yang takut terhadap jerat KEMATIAN sehingga kita saat ini yang BERADA DI DALAM SANG TERANG tidak lagi BERJALAN DALAM GELAPNYA DOSA DAN HIDUP DALAM JERAT KEMATIAN KEKAL TETAPI JUSTRU BEROLEH “TERANG HIDUP” karena itu sesudah Yesus mengatakan “AKULAH TERANG DUNIA” di ayat 12b Ia mengatakan “ barangsiapa mengikut Aku,ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 

 

2. TERANG MEMBERIKAN STATUS BARU SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG (ay 13- 14, 17-18)

 

Sekalipun Yesus telah begitu jelas menyatakan bahwa DiriNya adalah TUHAN itu sendiri, pengakuannya tidak dengan mudah begitu saja diterima oleh kaum Farisi pada saat itu (baca ayat 13) namun Yesus menjawab di ay 14 “Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi” darimanakah Yesus datang? (baca ay 23, 42) dan Yesus juga menyatakan akan kembali kepada Bapa. siapakah Yesus yang datang dari Bapa dan kembali kepada Bapa? ay 1 “Yesus adalah Sang Firman bersama-sama dengan Allah Bapa” Firman yang TINGGAL DI DALAM DIRI BAPA SEHAKEKAT, SATU KESATUAN DENGAN BAPA. Yohanes dalam 1 Yoh 1:5b menyebutkan bahwa Allah SUMBER TERANG dan Firman itu TINGGAL DI DALAM DIRI BAPA YANG BERADA DALAM TERANG, FIRMAN YANG SEHAKEKAT DENGAN BAPA YANG BERADA DALAM TERANG JUGA ADALAH SANG TERANG DUNIA sehingga KESAKSIAN YESUS TENTANG DIRINYA yang mengatakan “AKULAH TERANG DUNIA” ADALAH BENAR!

 

Dan “mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Sang Terang), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16). Dialah TERANG DUNIA dan saat ini kita yang telah berada di dalam Dia yang adalah SANG TERANG BUKAN SAJA memperoleh HIDUP YANG KEKAL tetapi juga telah menjadi ANAK-ANAK TERANG.

 

 

 

IMPLIKASI: Tuhan Yesus Terang Dunia, terang dari keabadian! Yesus mengatakan Dia adalah Terang Dunia karena Dia berasal dari Bapa. Dunia tidak memiliki terang selain dari pada Kristus dan Kristus pernah berkata “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia” (Yoh 9:5) jika dikatakan ‘SELAMA IA DI DALAM DUNIA, IA ADALAH TERANGNYA” lantas siapa yang menjadi terang jika Ia tidak berada dalam dunia ini lagi? (baca Mat 5:14, 16) Biarlah kita bisa percaya kepada Kristus sebagai satu-satunya terang itu dan juga hidup sebagai anak-anak terang dan Paulus katakan di Efesus 5:8b-9 . Soli Deo Gloria.