God’s Authority Sustains His People
Ayat Bacaan:
Daniel 4:29-37
Ringkasan Khotbah:
Firman ini berkisah tentang kesombongan raja Nebukadnezar atas kota yang dibangunnya. Lalu Tuhan menghukum akibat kesombongannya. Hal ini membuatnya sadar ia bukan siapa-siapa dan mengakui kedaulatan Tuhan.
Allah menunjukkan kasih karunia kepada yang rendah hati, tetapi merendahkan yang sombong. Merasa mampu & layak adalah kesombongan yang terlihat. Sebaliknya, merasa minder & rendah diri juga adalah kesombongan yang tersembunyi.
Melalui kegagalan menunjukkan bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita tidak perlu merasa mampu dan layak karena semua yang kita miliki adalah dari Tuhan.
Pertanyaan Diskusi:
1. Kesombongan apa yang saat ini ada di dalam hatimu? Atau apakah kamu sering merasa minder dan rendah diri? Tips Respons (Ambillah waktu untuk anak remaja Anda memikirkan apakah ada kesombongan dalam hatinya atau sebaliknya apakah ada perasaan rendah diri dalam hatinya? Tanyakan mengapa dia merasa hebat atau mungkin minder?)
2. Apakah yang bisa kamu lakukan supaya memiliki karakter yang rendah hati? Tips Respons (Bimbing anak remaja Anda untuk menyadari bahwa apa yang dia miliki dan apa yang bisa dia lakukan semuanya itu karena anugerah Tuhan. Ajak dia untuk belajar rendah hati dan bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan dalam hidupnya.)
3. Bagaimana kebenaran Injil dapat mengubah pola dan perilakumu? Tips Respons (Tuntun anak remaja Anda untuk menyadari bahwa Yesus yang adalah Raja segala raja merendahkan diri-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya untuk kita bagi kemuliaan Bapa. Ajak anak remaja Anda untuk berkomitmen menghidupi apa yang Yesus sudah berikan buat hidupnya.)
Christ Connection:
Nebukadnezar memaksa rakyatnya untuk melayaninya dan membuktikan keistimewaannya. Yesus tidak mempromosikan kesetaraan-Nya dengan Allah tetapi menjadi hamba semua orang. Nebukadnezar menuntut kehormatan melalui kekuatannya. Yesus merendahkan diri-Nya di hadapan Allah dan Bapa meninggikan Dia. Nebukadnezar membanggakan kota yang dibangunnya untuk kemuliaannya sendiri. Yesus yang adalah Raja segala raja, merendahkan dan menyerahkan diri-Nya untuk membangun umat-Nya bagi kemuliaan Bapa.