God’s Presence Sustains His People
Ayat Bacaan:
Daniel 3:13–18, 23–27
Ringkasan Khotbah:
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak menyembah patung emas Raja Nebukadnezar meski nyawa mereka terancam. Iman mereka teguh pada siapa Tuhan itu, bukan pada apa yang akan Ia lakukan.
Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya dengan hadir dalam api bersama mereka. Mereka keluar tanpa cedera, hanya tali yang membelenggu mereka yang terbakar. Ini menggambarkan bagaimana di tengah penderitaan Tuhan tidak hanya bersama dengan kita tetapi Ia juga membebaskan kita dari jerat dosa.
Kisah ini mengingatkan agar kita hidup teguh dalam firman Tuhan, tidak berkompromi dengan dosa, dan mengandalkan Tuhan karena karya-Nya di kayu salib. Tuhan Yesus selalu menyertai kita, memberikan kekuatan untuk menghadapi segala situasi dengan iman dan sukacita.
Pertanyaan Diskusi:
1. Apakah kita hidup ditentukan oleh tekanan eksternal atau prinsip injil yang ada dalam diri kita? (Tips Respons: Ajak anak untuk mengevaluasi bagaimana sikap dan perilakunya sehari-hari apakah masih dipengaruhi oleh lingkungan atau dipengaruhi identitasnya sebagai Anak Allah)
2. Apakah kita percaya bahwa Tuhan bisa menggunakan kesulitan untuk membuat kita lebih dekat kepada-Nya? (Tips Respons: Ingatkan anak anda mengenai peristiwa sulit yang pernah ia alami dan ajak ia melihat bagaimana Tuhan menyertainya dalam situasi tersebut)
Christ Connection:
Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di dapur api adalah gambaran nyata tentang kehadiran Tuhan yang selalu menyertai umat-Nya. Tuhan Yesus tidak hanya berjalan bersama kita, tetapi Dia juga memberikan diri-Nya di kayu salib untuk membebaskan kita dari belenggu dosa.