✨From Shame To Story✨
📖 Ayat Bacaan: Kejadian 38
📝 Ringkasan Khotbah:
Kisah Tamar menunjukkan bagaimana seorang perempuan muda menghadapi ketidakadilan bertubi-tubi: suami yang jahat, ipar yang memanfaatkan, dan mertua yang menelantarkan dan menuduhnya. Tamar hidup dalam rasa malu, ketidakberdayaan, dan penantian panjang tanpa kepastian. Namun justru melalui jalan yang gelap itu, Tuhan sedang menenun rencana keselamatan yang lebih besar dari yang bisa ia bayangkan. Tamar mungkin tidak melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan, tetapi Tuhan sama sekali tidak berhenti bekerja.

Pada akhir cerita, Tamar melahirkan Perez, leluhur Raja Daud, dan dari garis itulah Yesus Kristus lahir. Artinya, Tuhan memakai cerita hidup yang paling kelam untuk menjadi bagian dari cerita keselamatan bagi dunia. Inilah penghiburan buat kita hari ini, bahwa tidak ada luka, kegagalan, atau rasa malu yang terlalu gelap bagi Tuhan, untuk dipakai menjadi sesuatu yang indah di dalam Kristus.
🤔 Pertanyaan Reflektif:
1. Apa hal yang belakangan ini membuatmu merasa gak percaya diri/tidak berharga? (Tips Respons💡: Setelah anak Anda menjawab, bantu mereka melihat bahwa nilai mereka tidak ditentukan oleh pencapaian atau pendapat orang, tetapi oleh siapa mereka di dalam Kristus.)

2. Adakah orang yang pernah menyakitimu dan itu membekas banget? Sudahkah kamu membiarkan Tuhan memulihkan hatimu? (Tips Respons💡: Ajak anak Anda untuk mengakui rasa sakitnya, lalu ingatkan mereka bahwa Tuhan itu dekat dan sanggup memulihkan hati yang terluka.)
✝ GOSPEL CONNECTION:
Kisah Tamar adalah Kisah kita. Yang kita butuhkan bukan topeng untuk menutupi kelemahan dan kegagalan kita. Yang kita butuhkan adalah Tuhan yang masuk ke dalam cerita hidup kita, bahkan ketika cerita itu sangat gelap.

Natal adalah bukti terbesar bahwa Tuhan memakai hal-hal yang dunia anggap hina, untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Yesus datang melalui garis keluarga yang kacau dan berantakan, supaya Ia juga dapat masuk ke dalam hidupmu yang kacau dan berantakan.

🙌🏼 Sebagai orang-orang berinjil, kita…
- Percaya bahwa Kristus sudah menutupi rasa malu mu dengan kasih dan pengampunan-Nya.”
- Menemukan identitasmu bukan pada masa lalu, tetapi pada karya Tuhan yang sedang menenun cerita hidupmu hari demi hari.
- Membuka hatimu bagi kehadiran Kristus, bahkan ketika hidupmu sedang berantakan.