Clinging To The Promises Of God

✨ Preaching in All Circumstances ✨

📖 Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 25:9–12; 26:27–32

📝 Ringkasan Khotbah:

Festus mengetahui bahwa Paulus belum terbukti bersalah, tetapi ia ingin mengambil hati orang Yahudi. Ia lebih mementingkan penerimaan manusia daripada melakukan hal yang benar. Kita pun sering tergoda untuk mengorbankan kebenaran demi diterima teman, seperti ikut melakukan hal yang salah, mengejek orang lain, atau menyembunyikan iman agar tidak dianggap berbeda. Padahal, penerimaan manusia dapat berubah, tetapi penerimaan Kristus tidak pernah berubah. Karena itu, kita tidak perlu mengorbankan kebenaran demi mendapatkan penerimaan orang lain.

 

Paulus tetap berdiri di atas kebenaran meskipun menghadapi tekanan dan ketidakadilan. Kita juga dipanggil untuk berani mengakui kesalahan, melawan ketidakadilan, dan memilih yang benar, sekalipun tidak semua orang menyukainya. Namun, keberanian ini bukan berarti mengandalkan kekuatan diri sendiri. Kita datang kepada Yesus, mengakui dosa, dan menerima pengampunan-Nya, sehingga kita dimampukan untuk hidup dalam kebenaran dan tidak lagi bersembunyi di balik alasan atau rasa takut.

🤔 Pertanyaan Reflektif:

•⁠  ⁠Saat melakukan kesalahan, apakah aku mengakuinya atau mencari alasan dan menyalahkan orang lain?

 (Tips Respons 💡: Ajak anak Anda menceritakan bagaimana ia biasanya merespons ketika melakukan kesalahan. Ajarkan bahwa mereka dapat datang kepada Tuhan untuk menerima pengampunan dan belajar bertanggung jawab.)

•⁠  ⁠Pernahkah aku ikut melakukan sesuatu yang salah karena takut ditolak teman?

 (Tips Respons 💡: Berikan ruang bagi anak Anda untuk bercerita tanpa takut langsung dihakimi. Diskusikan tekanan yang ia hadapi dan bagaimana ia dapat tetap memilih yang benar tanpa harus menjadikan penerimaan teman sebagai dasar nilai dirinya.)

•⁠  ⁠Bagaimana pengampunan Yesus menolongku mengakui kesalahan dan memilih tindakan yang benar hari ini?

 (Tips Respons 💡: Ajak anak Anda menghubungkan pengampunan Yesus dengan situasi nyata yang sedang dihadapinya. Dorong dia memikirkan satu langkah konkret, seperti meminta maaf, berkata jujur, atau membela teman yang diperlakukan tidak adil.)

✝️ GOSPEL CONNECTION:

Yesus tetap setia kepada Bapa, bahkan ketika Ia ditolak dan dihukum secara tidak adil. Di kayu salib, Ia menanggung dosa kita, termasuk ketika kita lebih ingin menyenangkan manusia daripada menaati Allah. Pada hari ketiga, Ia bangkit supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya menerima pengampunan dan dimampukan hidup dalam kebenaran. Karena Kristus telah mengampuni dan membela kita dari hukuman dosa, kita tidak perlu terus bersembunyi di balik rasa takut atau alasan, tetapi dapat mengakui kesalahan dan berani melakukan yang benar.

🙌🏼 Sebagai Gospel People, kita…

1.⁠ ⁠Berani berkata benar, meskipun pilihan itu tidak populer.

2.⁠ ⁠Memperlakukan orang lain dengan kasih, termasuk mereka yang berbeda atau tidak punya banyak teman.

3.⁠ ⁠Membela mereka yang diperlakukan tidak adil dengan bijaksana.

4.⁠ ⁠Mengakui kesalahan, bukan menyembunyikannya atau menyalahkan orang lain.

5.⁠ ⁠Membagikan pengharapan di dalam Yesus melalui perkataan dan tindakan.