ALLAH MENYELESAIKAN APA YANG DIMULAINYA
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Filipi 1:6
Ketika Tuhan memulai suatu pekerjaan, Dia pasti akan menyelesaikannya.
Dalam Kisah Para Rasul 16, kita bertemu dengan Lydia, seorang wanita sukses yang memiliki bisnis sendiri dan rumah yang bagus di Filipi. Ia sudah tertarik pada agama, tetapi kemudian mengalami perubahan hidup (Kisah Para Rasul 16:14-15). Apa yang terjadi? Tuhan mulai bekerja dalam dirinya.
Di bagian lain dari pasal yang sama, kita melihat seorang kepala penjara Filipi yang setelah menjalani tugas malamnya juga mengalami perubahan besar (ayat 30-34). Apa yang terjadi? Sekali lagi, Tuhan mulai bekerja.
Bayangkan jika Lydia atau kepala penjara ini mengalami masa sulit dan merasa ingin menyerah. Surat Paulus kepada jemaat di Filipi mengingatkan mereka, "Ia yang telah memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya." Dengan kata lain, kita tidak memulai pekerjaan ini, dan kita juga tidak akan menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri. Jika Anda merasa tidak sanggup melanjutkan perjalanan iman, Anda benar. Kita memang tidak bisa sendiri. Tetapi Tuhan yang telah memulainya, Dia bisa, dan Dia pasti akan menyelesaikannya.
Tuhan punya rencana jangka panjang bagi umat-Nya, yaitu membawa kita pada kemuliaan Kristus (Roma 8:28-30). Inilah tujuan akhir dari pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, seperti Lydia dan kepala penjara, kita harus tetap berjalan dalam iman hingga akhir.
Meski Tuhan memberi banyak berkat dalam hidup kita, kenyataan sehari-hari sering kali terasa penuh tantangan. Kita masih bergumul dengan dosa, menghadapi keraguan, dan mengalami situasi hidup yang sulit. Kadang kita merasa ingin menyerah. Tetapi firman Tuhan meyakinkan kita bahwa Tuhan sudah memulai pekerjaan baik dalam diri kita, dan Dia tidak akan meninggalkannya setengah jalan.
Saat perjalanan iman terasa berat, kita mungkin tergoda untuk menyerah—seperti pendaki yang ingin turun gunung dan pulang ke rumah. Tetapi ada pemandangan luar biasa di puncak yang sepadan dengan segala perjuangan kita! Tuhan terus menyemangati kita melalui firman-Nya: "Ayo, sedikit lagi. Jangan khawatir tentang hari esok. Aku menyertaimu. Teruslah berjalan hari ini."
Tuhan menyelesaikan apa yang Dia mulai. Jika Anda percaya kepada Kristus, berarti Dia telah memulai sesuatu yang kekal dalam hidup Anda. Jadi, saat Anda merasa perjalanan ini terlalu berat atau jalannya terlalu curam, ingatlah janji ini: Tuhan tidak akan berhenti bekerja dalam hidup Anda. Tetaplah melangkah.
Allah menyelesaikan apa yang Dia mulai. Dan jika Anda percaya kepada Kristus, maka Dia telah memulai sesuatu yang kekal di dalam diri Anda. Ketika Anda merasa kewalahan dengan perjalanan di depan Anda, atau ketika rute hari ini tampak terlalu curam, temukan dorongan dalam kata-kata ini:
Namaku tertulis di telapak tangan-Nya
Kekekalan tidak akan terhapus;
Tertulis di hati-Nya
Dalam tanda-tanda kasih karunia yang tak terhapuskan.
Ya, aku akan bertahan sampai akhir,
Seyakin jaminan yang diberikan;
Lebih bahagia, tetapi tidak lebih aman,
Roh-roh yang dimuliakan di surga.
- Augustus Toplady, A Debtor to Mercy Alone (terjemahan bebas)
Refleksi
Bacalah Mazmur 121 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 30-31 : Markus 7: 14-37
Truth For Life – Alistair Beg