HIDUP OLEH IMAN
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." Keluaran 14:13-14
Ketika kita hidup oleh iman, kita menemukan kebenaran agung ini: janji Allah itu cukup.
Dalam perjalanan keluar dari Mesir, Musa dan orang Israel dihadapkan pada rintangan yang tidak dapat mereka atasi: Laut Merah. Setelah melangkah keluar dari Mesir dengan "menantang" (Keluaran 14:8), umat Allah mendapati diri mereka dikejar dan segera disusul sampai ke tepi laut—dan ketika "Firaun telah dekat … sangat ketakutanlah orang Israel” Dalam ketakutan mereka, “berseru-seru kepada TUHAN” dan mulai mencaci-maki serta mengkritik Musa (ayat 10-11).
Apa yang akan dilakukan iman dalam situasi ini? Keluaran 14:13 menyajikan kepada kita tanggapan Musa kepada umat itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN."
Sungguh ekspresi iman yang dramatis dari pihak Musa! Dia tidak bisa melakukan banyak hal saat ini: kereta perang Mesir ada di belakangnya, laut membentang di depannya, dan dia dikelilingi oleh keluhan dan kritikan—dan yang dia miliki hanyalah tongkatnya dan perintah serta janji Allah.
Tetapi itu sudah cukup bagi Musa. Semua kepercayaan dan keyakinannya bertumpu pada keyakinannya pada janji-janji Allah. Jika Allah telah mengatakannya, Musa memercayainya—dan Allah telah berkata bahwa Dia akan membawa umat-Nya keluar dari Mesir, ke Gunung Sinai di seberang laut, dan seterusnya ke tanah perjanjian (Keluaran 3:7-12). Bukan tugas Musa untuk mempedulikan detailnya. Tugasnya adalah untuk percaya dan taat.
Dan air pun terbelah.
Ketika orang Mesir mencoba mengejar orang Israel di sepanjang jalan melalui laut, mereka ditelan oleh laut dan tidak pernah terlihat lagi (Keluaran 14:27-28). Mengapa? Karena iman dan asumsi adalah dua hal yang berbeda. Orang Mesir tidak hidup dengan iman atau ketaatan kepada Allah. Mereka hanya berasumsi bahwa mereka dapat mengalami apa yang dialami umat Allah. Mereka salah.
Jika Allah telah mengatakannya, Musa memercayainya. Kita pun bisa, dan kita pun harus seperti itu. Kita tidak perlu khawatir apakah Allah akan membelah laut atau tidak, tetapi kita harus memercayai firman Allah dan bertindak sesuai dengannya. Beberapa dari kita tidak pernah mengalami sukacita berdiri di tepi perairan yang berbahaya dan melihat pembebasan Allah, karena kita begitu khawatir bagaimana Allah akan menangani setiap detail kecil. Kita mundur dalam kecemasan dan menahan diri dalam keraguan alih-alih berdiri teguh. Allah telah berjanji untuk membawa Anda ke tanah perjanjian kekekalan bersama-Nya. Apa yang tidak dapat diatasi oleh Anda dan saya tidak berarti apa-apa bagi-Nya. Jadi Dia berkata, Jangan khawatir tentang rute pulangmu. Aku akan mengurusnya. Lakukan saja apa yang Aku katakan, dan percayalah kepada-Ku. Janji-janji-Nya sudah cukup. Tugas Anda hari ini hanyalah percaya dan taat.
Refleksi
Bacalah Keluaran 14:1-31 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 32-33 : Markus 8
Truth For Life – Alistair Beg