TUHAN MEMBUKA MATA HATI KITA
MATIUS 13-14

 

Oleh anugerah Allah, mata rohani kita dibukakan sehingga kita dapat melihat Dia dan memahami kebenaran yang menyelamatkan.

 

Kita sering menganggap kemampuan untuk melihat sebagai sesuatu yang biasa saja. Padahal, tanpa penglihatan, dunia kita menjadi gelap dan berbagai keindahan yang Tuhan ciptakan tidak dapat kita nikmati. Coba bayangkan jika kita tidak pernah bisa melihat bunga yang sedang bermekaran, indahnya matahari terbenam, warna-warni matahari pagi, atau wajah orang yang kita kasihi. 

 

Namun, seindah apa pun kemampuan untuk melihat secara fisik dan sesedih apa pun kondisi kebutaan, ada jenis penglihatan lain yang jauh lebih penting. Penglihatan yang paling penting berkaitan dengan mata hati kita. Ketika mata hati kita buta, kita tidak dapat melihat hal-hal yang paling penting dalam hidup. Akibatnya, kita tidak menjalani hidup sebagaimana kita diciptakan untuk menjalaninya.

 

Kebutaan rohani adalah salah satu dampak mengerikan dari dosa. Dosa membutakan kita sehingga kita tidak dapat melihat Allah dan hikmat yang terdapat dalam kebenaran-Nya. Karena dosa telah masuk ke dalam dunia dan memiliki kuasa yang membutakan, maka hanya oleh anugerah Allah, kita diberikan mata rohani untuk melihat dan menikmati firman-Nya.

 

Setelah menjelaskan kepada murid-murid-Nya mengapa Ia berbicara menggunakan perumpamaan, Yesus berkata: “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Mat. 13:16–17).

 

Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa mereka adalah penerima berkat anugerah Allah, yang telah membuka mata hati mereka sehingga mereka dapat melihat dan menikmati kebenaran Allah dengan jelas. Yesus juga memberi tahu murid-murid-Nya bahwa anugerah telah memampukan mereka untuk melihat sesuatu yang selama generasi-generasi sebelumnya sangat dirindukan oleh umat Allah, tetapi mereka belum mengalaminya. Banyak orang pada zaman dahulu menantikan kedatangan Mesias.

 

Para nabi dan orang-orang benar ingin melihat apa yang akhirnya dilihat oleh para murid Yesus. Dan sekarang, kita juga menerima anugerah yang sama. Setiap hari kita dapat membaca Alkitab dan kita dapat menikmati Injil. Kita dapat mengetahui siapa Yesus, apa yang telah Dia lakukan, dan bagaimana Dia menyelamatkan orang berdosa. Jangan pernah menganggap semua itu sebagai sesuatu yang biasa.

 

Jika pagi ini Anda bangun dan diberi kesempatan untuk melihat sinar matahari pagi, biarlah hal itu mengingatkan Anda pada anugerah Allah. Tetapi lebih dari itu, bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan kita mata rohani untuk melihat kemuliaan-Nya. Jangan pernah melupakan betapa besarnya karunia yang telah kita terima.

 

Kita mungkin sering menjalani hidup tanpa menyadari betapa besarnya anugerah ini. Kita makan, bekerja, belajar, melayani, bercanda, dan menjalani kehidupan sehari-hari, sementara kita tidak menyadari bahwa kita telah disentuh oleh tangan kasih karunia Tuhan. Karena itu, kita terus berdoa agar mata rohani kita semakin terbuka dan semakin jelas melihat serta menikmati kebenaran Allah, sehingga kita dapat mengikuti Tuhan kita.

 

Refleksi
Bacalah Efesus 1:15-23 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Matius 13-14