BAHAYA YANG SERIUS
MARKUS 4-5
Firman Tuhan menunjukkan kepada kita betapa mengerikannya kejahatan. Tuhan melakukan ini karena Dia tahu bahwa kejahatan tidak selalu terlihat jahat di mata kita.
Kita punya sebuah masalah. Kejahatan tidak selalu terlihat sebagai kejahatan bagi kita. Dosa itu menipu. Terkadang, sesuatu yang jahat di mata Allah justru terlihat baik bagi kita. Ini adalah hal yang menakutkan. Kita bisa menganggap sesuatu yang Tuhan katakan buruk sebagai sesuatu yang indah. Kita juga bisa merasa puas dengan sesuatu yang sebenarnya merusak hidup kita.
Misalnya, seorang pria pergi ke toko untuk membeli sesuatu bagi istrinya, lalu ia melihat seorang perempuan di bagian buah dan sayuran dan mulai memandanginya dengan nafsu. Pada saat itu, ia tidak melihat betapa buruk, egois, dan merusaknya dosa hawa nafsu. Tidak. Yang ia lihat adalah keindahan.
Contoh lain, seorang perempuan memalsukan laporan pajaknya. Pada saat itu, ia tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang buruk dengan mencuri. Sebaliknya, ia merasa senang membayangkan apa yang dapat ia lakukan dengan uang yang diperolehnya secara tidak jujur.
Atau seorang pria mengambil potongan ketiga kue cokelat. Ia tidak sedang memikirkan penyembahan berhala yang ada di balik kerakusannya. Yang ia pikirkan hanyalah betapa nikmatnya rasa cokelat itu. Kita berada dalam bahaya yang serius ketika kejahatan tidak lagi terlihat sebagai kejahatan bagi kita.
Dalam Markus 5, Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan roh jahat. Kisah ini tentu dicatat dalam Injil Markus untuk mendukung pernyataannya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Anak Allah. Tidak ada seorang pun selain Mesias yang dapat berdiri di hadapan begitu banyak roh jahat yang menguasai orang ini dan memerintahkan mereka untuk pergi.
Dalam peristiwa ini, Yesus menunjukkan kuasa Allah yang tidak tertandingi. Namun, ada hal lain yang perlu kita perhatikan dalam kisah Markus tentang penyembuhan ini: “Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.” (Mrk. 5:1–5).
Mengapa Markus memberikan begitu banyak gambaran tentang kondisi orang ini? Mengapa ia tidak cukup mengatakan bahwa orang tersebut kerasukan banyak roh jahat, lalu langsung berfokus pada mukjizat Yesus yang membebaskannya? Salah satu alasan mengapa kondisi mengerikan orang ini dijelaskan secara begitu detail dalam Injil Markus adalah karena Allah mengasihi kita.
Allah tahu bahwa kejahatan tidak selalu terlihat sebagai kejahatan bagi kita. Karena itu, Ia menunjukkan kepada kita seperti apa jadinya ketika kejahatan menguasai seseorang sepenuhnya. Tidak seorang pun akan membaca gambaran ini lalu berpikir bahwa kejahatan menghasilkan sesuatu yang baik.
Melalui kisah ini, Tuhan sedang membuka mata kita agar kita melihat betapa buruk dan mengerikannya kejahatan. Dia ingin kita belajar membenci apa yang Dia benci. Tuhan juga ingin kita mengerti mengapa Dia mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, ke dunia, yaitu untuk mengalahkan kejahatan dan menyelamatkan kita.
Refleksi
Bacalah Yeremia 17:5-10 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Markus 4-5