KEMENANGAN YESUS ATAS PENCOBAAN
MARKUS 1-3

 

Yesus menghadapi dan mengalahkan pencobaan demi kita, sehingga ketika kita menghadapi pencobaan, kita juga dapat mengalahkannya di dalam Dia.

 

Penting untuk memahami bahwa kehidupan Yesus sebelum Dia pergi ke kayu salib sama pentingnya dengan apa yang Dia kerjakan di kayu salib. Semua yang Yesus lakukan selama hidup-Nya di dunia, Dia lakukan sebagai Pengganti kita. Yesus harus menjalani kehidupan yang sepenuhnya benar di hadapan Allah, dalam setiap waktu dan keadaan, demi kita. Itulah rencana Allah: kebenaran Yesus menjadi kebenaran kita, sehingga kita dapat berdiri dengan aman di hadapan Allah yang kudus.

 

Hal ini juga menjelaskan mengapa Yesus, sebagai Adam kedua, harus menghadapi pencobaan seperti Adam pertama. Namun, berbeda dengan Adam, Yesus tidak gagal. Dia tetap bertahan menghadapi pencobaan dan mengalahkan Iblis. Yesus berjuang melawan pencobaan dan meraih kemenangan bagi kita. Karena itu, ketika kita menghadapi pencobaan, kita juga dapat mengalahkannya.

 

Markus mengawali Injilnya dengan memperkenalkan misi Yesus sebagai Pengganti kita. Ia memulainya dengan tiga hal penting: persiapan (Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Yesus), identifikasi (Yesus menyamakan diri-Nya dengan orang-orang berdosa melalui baptisan-Nya), dan pencobaan (Yesus mengalahkan Iblis di padang gurun). 

 

Ketiga hal ini penting sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya di depan umum. Namun, bagian ini akan berfokus pada pencobaan yang Yesus alami. “Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.” (Mar. 1:12–13). Kisah pencobaan Yesus dalam Injil Markus memang singkat, tetapi setiap kata yang digunakan memiliki arti penting.

 

Pertama, kita perlu memperhatikan bahwa Roh Kuduslah yang membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai. Ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Yesus tidak masuk ke dalam pencobaan tanpa arah atau tanpa tujuan. Dia memang dibawa ke padang gurun karena bagian dari rencana penebusan Allah adalah agar Yesus berhadapan langsung dengan Iblis dan menang atasnya. Roh Kudus membawa Yesus ke dalam pergumulan ini dengan tujuan yang jelas yakni Yesus harus menang. Kemenangan ini menjadi dasar bagi pelayanan Yesus selanjutnya.

 

Kedua, waktu terjadinya pencobaan ini juga penting. Yesus menghadapi dan mengalahkan Iblis sebelum memulai pelayanan-Nya di depan umum. Dengan demikian, ketika Dia memulai pelayanan-Nya, Dia sudah terlebih dahulu menang atas musuh yang akan dihadapi-Nya.

 

Ketiga, perhatikan juga bahwa perjumpaan Yesus dengan Iblis bukanlah sesuatu yang berlangsung sebentar. Yesus menghadapi pencobaan selama empat puluh hari. Itu merupakan pergumulan yang berat dan panjang. Namun, Allah tidak membiarkan Yesus sendirian di padang gurun. Dia mengutus para malaikat untuk melayani-Nya.

 

Kita diingatkan bahwa kita memiliki kekuatan untuk melawan Iblis karena kemenangan Yesus adalah kemenangan kita. Untuk itu, ketika kita menghadapi pencobaan, kita tidak menghadapinya dengan kekuatan sendiri, melainkan sebagai orang-orang yang telah menerima kemenangan melalui Yesus. Allah akan memberikan anugerah-Nya melindungi dan menolong kita ketika kita menghadapi pencobaan.

 

Refleksi
Bacalah Ibrani 4:14-16 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Markus 1-3