MENIKMATI HIDUP DI BAWAH MATAHARI
Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: "Inipun sia-sia!" Oleh sebab itu aku memuji kesukaan, karena tak ada kebahagiaan lain bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria. Itu yang menyertainya di dalam jerih payahnya seumur hidupnya yang diberikan Allah kepadanya di bawah matahari. Pengkhotbah 8:14-15
Kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Tapi satu hal pasti: jika Yesus belum datang kembali, hari itu akan tiba. Sampai saat itu, Alkitab mengatakan bahwa kita hidup di dunia yang penuh dengan kesia-siaan—di mana kejahatan merajalela, dosa ada di dalam hati kita, dan kekacauan sering terlihat lebih dominan. Kita akan melihat orang jahat berhasil, sementara orang benar menderita. Inilah realitas yang diungkapkan oleh Pengkhotbah: "Di dunia ini ada sesuatu yang sia-sia."
Kalau hanya melihat kenyataan ini, kita bisa menjadi sedih, kecewa, atau putus asa. Tapi Pengkhotbah tidak berhenti di situ. Ia justru memberikan nasihat yang mengejutkan: "Maka aku memuji kesenangan ... makan, minum, dan bersukacita."Hidup ini memang tidak bisa dikendalikan, tapi justru karena itu kita harus menikmati hal-hal sederhana!
Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika dunia ini penuh ketidakadilan dan akhirnya akan berakhir? Jawabannya: kita bisa menikmatinya karena kita mengenal Tuhan. Justru dengan bersyukur atas hal-hal kecil yang Tuhan berikan, kita menghormati Dia sebagai Pemberi. Rasul Paulus mengatakan bahwa Allah "menganugerahkan segala sesuatu kepada kita untuk dinikmati dengan penuh syukur" (1 Timotius 6:17). Kenikmatan dunia memang tidak bisa memuaskan secara sempurna, tapi itu bukan berarti kita tidak boleh menikmatinya sama sekali. Justru karena kita tahu ada kehidupan di balik dunia ini, kita bisa menikmati hidup di dunia ini dengan lebih bebas dan penuh rasa syukur.
Seorang penulis lagu rohani berkata:
"Langit tampak lebih biru, bumi lebih hijau,
Setiap warna tampak hidup bagi yang mengenal Kristus."
-Wade Robinson, I am His and He is Mine (terjemahan bebas
Kapan terakhir kali Anda bertanya pada seseorang, "Apakah Anda menikmati hidup?" atau bahkan bertanya kepada diri sendiri? Itu adalah pertanyaan yang baik dan rohani! Kita tahu dunia ini rusak, tapi kita juga tahu bahwa setiap hal baik datang dari Tuhan. Maka, hormatilah Dia dengan menikmati secangkir kopi Anda, waktu bersama pasangan, pekerjaan yang Anda jalani, atau momen kecil yang membuat Anda tersenyum. Semua itu adalah hadiah dari Tuhan. Katakan seperti pemazmur:
"Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!" (Mazmur 118:24).
Refleksi
Bacalah 1 Timotius 6:6-10, 17-19 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 53-55 : Markus 13: 1-20
Truth For Life – Alistair Beg