KASIH PEMELIHARAAN-NYA
Bilangan 1–2
Dalam keindahan kasih pemeliharaan-Nya, Allah mengatur dan memberkati umat-Nya, supaya melalui mereka semua bangsa di bumi mendapat berkat.
Dengarkan apa yang Paulus katakan kepada Timotius tentang firman Allah: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16–17).
Ini berarti bahwa setiap hal yang dicatat dalam firman Tuhan ada tujuannya. Tidak ada satu pun bagian Alkitab yang sia-sia, tidak penting, atau sekadar pelengkap. Allah dengan sengaja mencatat dan memelihara setiap bagian firman-Nya demi pertumbuhan rohani kita. Ia mempertahankan setiap bagian supaya engkau dan aku diperlengkapi secara rohani dan siap melakukan apa yang baik di mata-Nya, di mana pun kita hidup. Tidak ada satu pun bagian Alkitab—baik itu sejarah, pengajaran, puisi, maupun nubuat—yang tidak ada kaitannya dengan hidup kita atau yang membuang-buang waktu kita. Karena itu, tidak ada bagian Alkitab yang layak diabaikan.
Namun, ketika rencana bacaan Alkitab harian membawa Anda pada pasal-pasal awal kitab Bilangan, di mana bangsa Israel didaftarkan, dihitung, ditentukan, dan diatur menurut suku-sukunya, mungkin Anda berpikir, “Apa hubungannya ini dengan pergumulan atau kebutuhan hidupku?” Sepintas, bagian-bagian ini terlihat seperti catatan sejarah yang tidak terlalu penting, kurang menarik, dan mudah dilupakan. Tetapi Rasul Paulus menegaskan bahwa bagian-bagian ini ada dalam Alkitab demi pertumbuhan dan kedewasaan rohani kita. Jadi sebelum menyimpulkan bahwa pasal-pasal ini tidak berguna, tanyakanlah pada dirimu sendiri: Apa yang Bapa di surga ingin ajarkan melalui bagian ini?
Perhatikan Bilangan 2:32: “Itulah pencatatan orang Israel menurut suku-suku mereka. Jumlah orang yang dicatat dalam laskar-laskar dengan pasukan-pasukannya ada enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.” Apa makna ayat ini bagi kita? Pertama, kita melihat betapa pribadi dan spesifikasinya perhatian Allah kepada umat-Nya. Allah mengenal dan menghitung setiap orang satu per satu. Kasih-Nya begitu nyata sehingga Ia mengetahui jumlah umat-Nya dengan tepat. Tidak satu pun yang terlewat dari perhatian-Nya. Seperti seorang ayah yang menghitung anak-anaknya ketika mereka masuk ke dalam mobil, demikianlah Allah tidak pernah berhenti memperhatikan kita. Tidak ada satu pun anak-Nya yang hilang dari pengawasan-Nya.
Kedua, Allah bukan hanya mengatur umat-Nya, tetapi juga memberkati dan menumbuhkan mereka. Bangsa yang dahulu adalah budak, kini menjadi sebuah umat yang besar dan kuat. Di sinilah kita melihat pengharapan besar dari rencana Allah: dari bangsa inilah akan lahir Sang Juruselamat, Yesus Kristus. Dialah yang membawa pengampunan dosa, pendamaian dengan Allah, dan pembaruan hidup yang telah dirusak oleh dosa.
Inilah kabar baik Injil: Allah yang menghitung dan menjaga umat-Nya adalah Allah yang mengaruniakan keselamatan melalui Yesus. Di dalam Kristus, kita dijaga, dipelihara, dan dibawa masuk ke dalam rencana kasih-Nya yang kekal. Adalah penghiburan besar mengetahui bahwa kita selalu ada di dalam tangan Allah yang baik. Tidak ada hidup yang luput dari perhatian-Nya, dan tidak ada masa depan yang berada di luar rencana anugerah-Nya.
Refleksi
Bacalah 2 Timotius 3:16–17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 1-2