HATI YANG TAKUT AKAN TUHAN
AMSAL 14–15

 

Hanya ada satu rasa takut yang memberi kita hidup, pengharapan, dan keberanian yaitu takut akan Tuhan.

 

dunia di sekitar kita dipenuhi dengan kemuliaan Allah. Langit saat matahari terbenam, salju yang baru turun, nyanyian burung, pemandangan dari puncak gunung, atau sukacita saat mencapai sebuah keberhasilan. Semuanya itu adalah pantulan kemuliaan Sang Pencipta. Namun, semua keindahan dan pencapaian itu tetap tidak memiliki kuasa untuk menjawab kebutuhan terdalam hati manusia. Dunia ciptaan Allah memang indah, tetapi dunia bukanlah penyelamat kita.

 

Itulah sebabnya Amsal 14:26–27 perlu kita perhatikan dengan sungguh-sungguh: “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” Allah telah merancang hati manusia untuk selalu “takut” atau dipenuhi rasa kagum kepada sesuatu. Bukan berarti hidup dalam ketakutan yang menakutkan, tetapi hidup dengan rasa takjub yang menguasai hati.

 

Setiap hati manusia pasti dipenuhi oleh sesuatu yang paling dihormati, paling dikagumi, dan paling ditakuti. Apa yang menguasai hati akan membentuk cara berpikir, menentukan keputusan, mengarahkan tindakan, bahkan mengendalikan seluruh kehidupan. Masalahnya, hati manusia sering kali dikuasai oleh banyak ketakutan lain: takut gagal, takut ditolak, takut kehilangan pekerjaan, takut kehilangan harta, takut akan masa depan, atau takut terhadap penilaian orang lain. Semua ketakutan itu menjanjikan rasa aman, tetapi pada akhirnya tidak mampu memberikan damai yang sejati.

 

Hanya takut akan Tuhan yang mampu menggantikan semua ketakutan itu. Ketika hati dipenuhi oleh kekaguman kepada Allah, ketakutan terhadap hal-hal lain mulai kehilangan kuasanya. Takut akan Tuhan melahirkan keyakinan, keberanian, dan pengharapan karena hidup berada di dalam tangan Allah yang berdaulat.

 

Inilah kabar baik Injil. Karena dosa, manusia cenderung lebih takut kehilangan berkat daripada kehilangan Allah sendiri. Namun melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus, hubungan manusia dengan Allah dipulihkan. Di dalam Kristus, kita tidak lagi hidup dalam ketakutan akan hukuman. Takut akan Tuhan bukanlah ketakutan seorang budak terhadap tuannya, melainkan rasa hormat, kagum, dan kasih seorang anak kepada Bapa yang telah menyelamatkannya. Semakin seseorang mengenal kasih Kristus, semakin besar kekagumannya kepada Allah, dan semakin kecil kuasa ketakutan dunia atas hidupnya.

 

Jadi, kepada siapa Anda menaruh rasa kagum Anda? Apakah yang paling menguasai hati Anda? Apa yang paling Anda takuti sehingga mengendalikan cara Anda menjalani hidup? Apa yang memberi Anda keberanian untuk bangun setiap pagi dan menghadapi hari yang baru? Datanglah kepada Kristus, sebab hanya Dia yang sanggup membebaskan kita dari segala ketakutan yang sia-sia dan memenuhi hati kita dengan takut akan Tuhan, yaitu takut yang melahirkan damai, keberanian, dan pengharapan yang tidak tergoncangkan.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 111:1–10 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 14-15