PAHLAWAN BAGI UMAT-NYA
2 TAWARIKH 13–16
Tuhan kita adalah pahlawan yang sejati. Ia selalu berperang bagi umat yang telah dipilih-Nya menjadi milik-Nya.
Bayangkan dua anak laki-laki kecil yang hendak berkelahi. Walaupun mereka tampak berani, sebenarnya mereka sama-sama takut, hanya saja tidak mau mengakuinya. Maka ejekan mereka pun segera beralih, bukan tentang diri mereka, tetapi tentang papa mereka:
“Papaku lebih besar dari papamu.”
“Oh ya? Papaku lebih kuat dari papamu.”
“Papaku sangat kuat, dia dulu juara pertandingan sepak bola.”
“Papaku lebih hebat lagi, dia tentara!”
Ejekan seperti ini mungkin terdengar lucu bahkan kekanak-kanakan. Tentu saja, tidak ada ayah yang benar-benar akan berkelahi hanya karena pertengkaran anak-anak. Namun rasa aman yang dimiliki kedua anak itu, karena mereka percaya ayah mereka kuat dan akan membela mereka, itulah yang begitu menyentuh.
Gambaran sederhana ini mengingatkan kita pada kebenaran rohani yang dalam. Kita tidak sanggup mengalahkan banyak kejahatan dan kerusakan di dunia ini dengan kekuatan kita sendiri. Begitu banyak pencobaan datang silih berganti, dan sering kali kita tidak mampu melawannya sendirian. Bahkan ketika kita berhasil menjauh dari dosa di luar diri kita, kita tetap tidak punya kuasa untuk sepenuhnya membebaskan diri dari dosa yang ada di dalam hati kita.
Namun mengakui kelemahan ini tidak membuat kita putus asa. Mengapa? Karena kita memiliki Bapa di surga yang berperang bagi kita. Kita dapat menghadapi kejahatan dengan keyakinan dan berkata, “Bapaku di surga jauh lebih besar dan lebih berkuasa daripada Iblis.” Ini bukan sekadar kata-kata kosong, melainkan kebenaran yang berdiri di atas kesetiaan perjanjian Allah.
Dalam 2 Tawarikh 13:13–16, raja Yerobeam yang jahat mengumpulkan pasukan besar untuk melawan raja Abia dan menghancurkan Yehuda. Pasukan Yehuda yang jauh lebih kecil dan terkepung dari segala sisi. Namun yang tidak disadari Yerobeam adalah bahwa ia bukan hanya melawan Yehuda, tetapi melawan Allah yang menyertai mereka.
Allah tidak akan membiarkan Yehuda binasa dan dihancurkan, karena mereka adalah bagian dari rencana penebusan-Nya. Ketika sangkakala dibunyikan dan seruan dinaikkan, Yerobeam dikalahkan, dan ratusan ribu tentaranya gugur. Alkitab mencatat: “Dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda. Orang Israel lari dari depan Yehuda, tetapi Allah menyerahkan mereka ke dalam tangan Yehuda.” (2Taw. 13:15–16).
Allah tidak pernah meninggalkan janji perjanjian-Nya. Itu berarti Ia akan terus berperang bagi umat-Nya sampai kemenangan terakhir dinyatakan. Tidak ada peperangan rohani yang kita hadapi sendirian, karena Juruselamat kita adalah pahlawan yang sejati. Kita memiliki kemenangan karena Tuhan sendirilah yang telah menang bagi kita. Ia akan terus menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya, sampai pada akhirnya segala kejahatan dihancurkan sepenuhnya. Dan pada akhirnya, Kristus akan membawa kita umat-Nya masuk ke dalam Kerajaan-Nya yang kekal, tempat tidak ada lagi peperangan, dosa, maupun air mata.
Refleksi
Bacalah Keluaran 15:1-8 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 13-16