YESUS ADALAH RAJA YANG KEKAL
DANIEL 7-9
Seluruh cerita Alkitab sebenarnya bergerak menuju kedatangan Sang Anak Manusia, yaitu Yesus Kristus.
Jika Anda harus memperkenalkan Yesus kepada seseorang yang belum pernah mendengar tentang Dia, apa yang akan Anda katakan? Jika Anda harus menjelaskan secara singkat siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan, apa yang akan Anda tuliskan? Ketika Anda memberitakan Injil kepada dirimu sendiri dan seharusnya kita memang melakukannya, apa yang Anda katakan kepada dirimu tentang Yesus yang menjadi pusat dari Injil itu?
Tokoh utama dan pengharapan kekal dalam seluruh kisah Alkitab adalah Yesus. Semua janji Tuhan berpusat pada-Nya. Segala sesuatu yang kita perlukan diberikan di dalam dan melalui Dia. Dia adalah pengharapan yang dinantikan dalam Perjanjian Lama dan Sang Pahlawan yang menang dalam Perjanjian Baru. Oleh kasih karunia, kisah kecil kehidupan kita ditempatkan di dalam kisah kemenangan-Nya yang jauh lebih besar. Alkitab adalah kisah tentang Yesus. Alkitab menyatakan siapa Dia: karakter-Nya, kuasa-Nya, hikmat-Nya, kekudusan-Nya, dan karya penebusan-Nya. Di tengah semua janji Allah, Yesus adalah Sang Anak yang telah dijanjikan.
Daniel 7–12 berisi penglihatan-penglihatan yang luar biasa tentang masa depan. Penglihatan-penglihatan ini diberikan untuk meyakinkan umat Allah bahwa sekalipun mereka mengalami penganiayaan dan kesulitan, Tuhan tetap memegang kendali, rencana-Nya tetap berjalan, dan janji-Nya tetap dapat dipercaya.
Dan di awal penglihatan Daniel, kita melihat gambaran tentang kerajaan Yesus: “...Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah…” (Dan. 7:13–14).
Bayangkan pemandangan yang luar biasa ini. Yesus datang dalam kemuliaan dan menerima kerajaan dari Allah Bapa. Dia bukan hanya seorang guru yang baik atau seorang pemimpin agama. Dia adalah Raja yang berkuasa atas seluruh alam semesta yang diciptakan-Nya. Gambaran tentang “Anak Manusia” ini mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Allah yang sepenuhnya dan manusia yang sepenuhnya. Setelah Yesus datang kepada Bapa, Allah memberikan kepada-Nya kekuasaan atas seluruh umat manusia dan sebuah kerajaan yang tidak akan pernah berakhir.
Ini adalah gambaran yang sangat indah dan memberikan pengharapan bagi kita. Pribadi yang kepada-Nya kita menaruh pengharapan adalah Raja yang kerajaannya tidak akan pernah berakhir. Penting bagi kita untuk memahami bahwa Yesus bukan hanya Anak Domba yang dikorbankan bagi dosa kita, tetapi Dia juga Raja yang telah bangkit, naik ke surga, dan sekarang memerintah.
Apa yang terjadi setelah kebangkitan Yesus sangat penting. Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk memerintah selama-lamanya. (Kis. 1:9) Jadi, kerajaan Yesus bukan hanya janji tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Kerajaan-Nya adalah kenyataan pada saat ini. Yesus sudah memerintah sekarang.
Kita bisa memiliki pengharapan karena kita tahu bahwa Raja kita memiliki kuasa dan otoritas untuk memberikan kepada kita segala sesuatu yang telah Dia kerjakan dan menangkan bagi kita melalui salib. Dan pemerintahan-Nya memiliki tujuan akhir: suatu hari nanti Dia akan datang kembali dan membawa kita masuk ke dalam kerajaan-Nya yang sempurna. Di sana kita akan menikmati damai dan kebenaran yang tidak pernah berakhir.
Karena itu, hari ini rayakanlah bahwa Raja kita memerintah! Jangan menjalani hidup dengan ketakutan dan tanpa pengharapan. Yesus adalah Raja. Dia sudah memerintah. Kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir. Karena itu, kita dapat menjalani hidup dengan keberanian dan pengharapan.
Refleksi
Bacalah Wahyu 1: 11, 19-20 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 7-9