APA YANG HATIMU MINTA?
1 RAJA-RAJA 3–5

 

Jika Allah memberimu satu permintaan, apa yang akan Anda minta?

 

Seorang anak kecil sedang berada di sebuah toko mainan besar yang penuh dengan hal-hal menarik. Ia melihat semua barang-barang di sana dengan penuh kekaguman. Ketika diberi kesempatan untuk memilih hanya satu barang apa pun yang ia inginkan—tanpa batas harga atau ukuran—ia tidak terburu-buru. Ia berpikir, mempertimbangkan, bahkan sempat mengambil beberapa mainan, tetapi tidak jadi memilihnya. Sampai akhirnya, ia memilih sebuah buku. Alasannya sederhana: mainan cepat membosankan, tetapi buku bertahan lebih lama. Pilihan itu menunjukkan sesuatu tentang hati—tentang apa yang benar-benar bernilai.

 

Jika Bapa di sorga berkata kepadamu, “Mintalah apa saja yang kamu inginkan, dan Aku akan memberikannya,” apa yang akan Anda minta? Pertanyaannya bukan sekadar apa yang diinginkan, tetapi apa yang menguasai hati. Ada peperangan dalam hati setiap manusia: antara hidup yang berpusat pada Tuhan, atau hidup yang dikuasai oleh keinginan akan dunia.

 

Ketika Salomo naik takhta, Allah berkata kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” (1Raj. 3:5). Salomo tidak meminta istana yang megah, kekuatan militer, popularitas, atau kekayaan besar. Ia meminta sesuatu yang jauh lebih berharga daripada semua itu. Solomo meminta hikmat: “Berilah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1Raj. 3:9).

 

Untuk meminta hal seperti ini, dibutuhkan hati yang mengasihi Allah, yang tidak dikuasai oleh keinginan akan hal-hal materi. Dibutuhkan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita tidak cukup bijaksana untuk melakukan apa yang Allah percayakan kepada kita. Dan dibutuhkan iman untuk percaya bahwa hanya Allah sumber hikmat yang sejati.

 

Namun Injil membawa kita lebih jauh lagi. Bukan hanya tentang meminta yang benar, tetapi tentang hati yang diubahkan. Secara alami, hati manusia cenderung menginginkan hal-hal yang salah—mencari diri sendiri, bukan Tuhan. Karena itu, yang paling dibutuhkan bukan hanya jawaban atas doa, tetapi anugerah yang menyelamatkan dan mengubahkan hati.

 

2 Korintus 5:15 mencatat hal yang indah: “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Melalui Yesus Kristus, hati yang lama diubahkan menjadi hati yang baru—hati yang mulai menginginkan apa yang Tuhan inginkan. Jadi, pertanyaannya bukan hanya apa yang akan diminta? Tetapi: apakah hati ini sudah diubahkan oleh Injil sehingga menginginkan Tuhan di atas segalanya? Kiranya kerinduan Anda hari ini adalah satu: hati yang berkenan kepada Tuhan.

 

Refleksi
Bacalah Markus 10:35-45 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 3-5