PENGHAKIMAN DAN BELAS KASIHAN TUHAN
HOSEA 1-7

 

Penghakiman dan belas kasih Tuhan berjalan bersama untuk menggenapi rencana penebusan-Nya bagi umat-Nya.

 

Ketika orang tua mendisiplin anak-anaknya, mereka biasanya juga perlu menjelaskan tentang pengampunan dan kasih karunia Tuhan yang mengubah hidup. Di tengah sesuatu yang mungkin terasa menyakitkan bagi anak, mereka perlu mendengar, memahami, dan mempercayai bahwa disiplin tidak berarti mereka kehilangan kasih orang tuanya.

 

Anak-anak perlu tahu bahwa meskipun orang tua menegur ketidaktaatan mereka dengan tegas, mereka tidak sedang dibuang dari keluarga. Kasih orang tua kepada mereka tidak berubah. Namun, pada saat yang sama, mereka juga perlu mengerti bahwa apa yang mereka lakukan memang salah dan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang benar. Kasih tidak berarti membiarkan kesalahan atau menganggap dosa sebagai sesuatu yang benar. 

 

Bapa kita yang di surga juga selalu memperlakukan anak-anak-Nya dengan perpaduan antara penghakiman dan belas kasih. Penghakiman Tuhan terhadap anak-anak-Nya ketika mereka tidak taat dan menyembah berhala tidak sama dengan hukuman yang dijatuhkan seorang hakim di pengadilan kriminal. Hakim tersebut tidak memiliki ikatan kekal dengan terdakwa. Penghakiman Tuhan tidak pernah bisa dipisahkan dari kasih-Nya kepada umat-Nya. Bahkan ketika Tuhan mendisiplin anak-anak-Nya dengan sangat keras, Dia tidak pernah meninggalkan komitmen-Nya untuk mengasihi dan menunjukkan belas kasih kepada mereka untuk selama-lamanya.

 

Hal ini terlihat dengan jelas dalam pasal pertama kitab Hosea. Tuhan memerintahkan Hosea untuk memberikan nama-nama tertentu kepada anak-anaknya. Nama-nama itu, setidaknya, cukup menakutkan. Anak pertama diberi nama Yizreel, karena Tuhan akan menghukum keluarga Yehu (Hos. 1:4). Anak kedua, seorang perempuan, diberi nama Lo-Ruhama yang artinya tidak dikasihi (Hos. 1:6). Anak ketiga, diberi nama Lo-Ami yang artinya bukan umat-Ku (Hos. 1:9). Nama-nama ini terdengar seperti pengumuman bahwa Tuhan benar-benar marah kepada Israel karena mereka telah meninggalkan dan berbalik dari-Nya. 

 

Namun, ketika sepertinya tidak ada lagi harapan, kita membaca Hosea 2:1: “Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: “Ami!” (Umat-Ku!), dan kepada saudara-saudaramu perempuan: “Ruhama!” (Yang mendapat belas kasihan).” Bukankah kita dapat melihat pesan Injil di dalam perkataan ini? Pengharapan kita dalam kehidupan sekarang maupun kehidupan yang akan datang tidak pernah ditemukan dalam kesempurnaan kebenaran kita sendiri. Bahkan pada hari-hari terbaik kita, kita tetap gagal memenuhi standar kekudusan Tuhan dan memberikan alasan bagi-Nya untuk menghakimi kita.

 

Kalau pengharapan kita bergantung pada kebaikan kita, kita tidak akan pernah memiliki pengharapan yang teguh. Satu-satunya pengharapan kita adalah kasih perjanjian Tuhan yang tidak tergoyahkan. Kasih inilah yang membuat kisah Alkitab terus bergerak menuju kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Yesus harus menanggung penghakiman kita di dalam diri-Nya, supaya kita dapat menerima belas kasih Tuhan. Dia mengambil tempat kita di kayu salib supaya kita dapat menerima belas kasihan Tuhan. 

 

Karena itu, kita yang seharusnya disebut “bukan umat-Ku” sekarang dapat disebut “umat-Ku.” Kita yang seharusnya tidak dikasihi karena dosa kita, sekarang menerima kasih dan belas kasihan Tuhan melalui Kristus. Salib menunjukkan bahwa Tuhan serius terhadap dosa, tetapi pada saat yang sama salib juga menunjukkan betapa besar kasih dan belas kasihan-Nya kepada kita.

 

Betapa sering pun kita gagal, kita tetap dapat kembali kepada-Nya. Kita adalah anak-anak yang hidup di dalam belas kasihan Tuhan untuk selama-lamanya. Penghakiman Tuhan tidak pernah mengalahkan kasih-Nya. Dalam Kristus, kita menemukan bahwa belas kasihan Tuhan lebih besar daripada dosa kita.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 103:1-22 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 1-7