YESUS, BUKAN SAYA

Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya. Ratapan 3:1

 

Dalam seri buku anak-anak Inggris yang populer Where’s Wally? (atau, di Amerika Utara, dikenal dengan nama Where’s Waldo?), para pembaca harus memeriksa seluruh halaman buku mencari seorang pria berpenampilan aneh mengenakan baju bergaris merah dan putih yang demikian sulit dikenali dari sekelilingnya yang berwarna serupa. Dengan cara yang sama, ketika kita membaca Alkitab, kita dapat menemukan diri kita melakukan hal serupa, hanya saja alih-alih mencari seorang pria dengan sweater bergaris merah dan putih dan kaca mata, kita bertanya pada diri sendiri, "Di mana aku?" Kita bertanya-tanya seperti apa karakter kita, atau bagaimana sebuah ayat berbicara langsung tentang kita dan kepada kita.

 

Namun pertanyaan sebenarnya yang harus kita tanyakan adalah "Di mana Yesus?"—karena Dia adalah fokus utama Alkitab.

 

Kebenarannya adalah bahwa jika kita benar-benar ingin menemukan diri kita dalam Kitab Suci, kita akan menemukan bahwa sebagian besar cerita itu adalah tentang kita. Namun bagian itu tidak terlalu bagus. Alkitab menyatakan kita sebagai orang berdosa yang malang, yang membutuhkan Juruselamat. Inilah sebabnya mengapa kita harus melatih mata kita untuk mencari Juruselamat itu ketika kita membaca Alkitab kita. Seperti yang telah dikatakan, dalam Perjanjian Lama Yesus diharapkan, dalam Injil Dia diwahyukan, dalam Kisah Para Rasul Dia berkhotbah, dalam Surat-surat Dia menjelaskan, dan dalam kitab Wahyu Dia mengantisipasi.

 

Ketika kita membaca Ratapan 3 dengan Yesus sebagai fokus kita, mencari Dia alih-alih mencari diri kita sendiri, kita akan menemukan bahwa Dia hadir dengan jelas. Pasal ini dibuka dengan nabi Yeremia yang menyatakan, "Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya" (Ratapan 3:1). Siapa yang lebih cocok untuk mengucapkan kata-kata itu selain Yesus? Di kayu salib, Yesus menanggung murka Allah sehingga kita yang pantas menerima kutukan Allah dapat diselamatkan melalui penghakiman yang Dia tanggung menggantikan kita. Itulah kisah Injil: orang lain telah melakukan bagi kita apa yang tidak dapat kita lakukan bagi diri kita sendiri. Sebenarnya, saat Anda membaca ayat ini, Anda sama sekali tidak melihat diri Anda di sini, meskipun seharusnya Anda melihatnya—karena Anda melihat Kristus di sini. Dia “telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Galatia 3:13). Apa pun pencobaan yang Anda hadapi sebagai orang Kristen dalam hidup ini dan betapa pun sulitnya hal itu terasa, satu hal yang dapat Anda yakini: Allah tidak menghukum Anda dalam murka-Nya. Semua itu dicurahkan kepada Dia, di kayu salib.

 

Saat Anda membaca tentang kesetiaan Allah kepada umat-Nya yang tertindas dalam Ratapan 3, ingatlah bahwa “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua” adalah Dia juga yang akan “ mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia” (Roma 8:32). Dan saat Anda membaca tentang orang yang melihat penderitaan di bawah tongkat murka Allah, bersukacitalah bahwa ayat ini tidak berbicara tentang Anda tetapi tentang Dia.

 

Refleksi

Bacalah Yohanes 19:17-30  dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 62-64 : Markus 14:27-52

Truth For Life – Alistair Beg