DEMI INJIL
Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. Filipi 1:12-13
Jika Anda mengikuti perjalanan Paulus dalam Kisah Para Rasul Anda akan terkesima. Dia terus bergerak, dari satu tempat ke tempat lain. Di satu saat dia membuat tenda, lalu dia menghidupkan kembali Eutikhus, lalu selamat dari gigitan ular dan menyembuhkan orang sakit di Malta. Rasanya hampir mustahil bagi Anda untuk bisa mengimbanginya.
Tentunya hal terburuk yang dapat terjadi pada seseorang seperti Paulus adalah terkurung di satu rumah selama dua tahun. Namun, pada akhir kitab Kisah Para Rasul, itulah tepatnya yang kita temukan (Kisah Para Rasul 28:30-31).
Anda dapat membayangkan tanggapan Iblis terhadap pemenjaraan Paulus: Sekarang aku berhasil memenjarakannya! Dia akan kapok. Dia tidak akan dapat pergi ke mana pun untuk waktu yang lama. Dia akan ciut dan mati sebagai tahanan. Sebaliknya! Selama pemenjaraannya, Paulus menulis beberapa suratnya yang paling penting di bawah ilham Roh Kudus—surat-surat yang masih digunakan Allah untuk mengubah kehidupan 2.000 tahun kemudian. Dan, yang luar biasa, Injil berkembang bukan hanya karena Paulus dirantai tetapi juga karena rantai itu.
Paulus mungkin sangat berbeda dari tahanan lainnya. Para prajurit yang menjaganya mungkin akan berkata satu sama lain, Dia adalah orang paling luar biasa yang pernah kita jaga. Kita terbiasa dengan orang-orang yang terus-menerus mengumpat, berteriak, mengganggu, dan mengeluh. Namun Paulus ini memiliki sukacita dan tujuan, dan dia hanya berkhotbah!
Sebagai hasil dari pelayanan Paulus setiap hari di antara para prajurit ini, kabar mulai tersebar ke seluruh penjaga istana: Alasan orang ini menjadi tahanan adalah karena Yesus. Mereka mengerti maksudnya: Dia dirantai kepada kita, katanya, karena dia dirantai kepada orang ini, Yesus Kristus. Dan tampaknya beberapa penjaga ini tidak hanya mendengar Injil tetapi juga menanggapinya. Ketika mereka kemudian dipindahkan ke tempat lain di dalam Kekaisaran Romawi, mereka tiba di pos baru mereka sebagai orang baru, Injil akan menyebar ke tempat-tempat yang berbeda melalui mereka. Jadi pemenjaraan Paulus, yang pada awalnya tampak bertentangan dengan penyebaran Injil, sebenarnya terbukti penting untuk penyebarannya.
Anda tidak perlu menjadi tahanan, misionaris, atau rasul untuk dipakai oleh Allah dalam menyebarkan Injil, Anda juga tidak perlu menunggu keadaan dalam hidup Anda berjalan sesuai keinginan sebelum dapat Anda berbicara tentang Yesus. Apakah Anda berada di penjara, rumah sakit, kantor, lapangan, atau di mana pun, dan apakah Anda menyadarinya atau tidak, Anda tidak akan pernah jauh dari seseorang yang perlu mendengar kisah kasih karunia Allah yang luar biasa. Apa saja situasi yang Anda hadapi yang secara alami Anda lihat sebagai hambatan untuk membagikan Injil, dan bagaimana itu sebenarnya bisa menjadi peluang? Siapakah orang-orang yang terhilang dan rindu yang telah ditempatkan Allah dalam hidup Anda hari ini? Mereka membutuhkan Allah. Dan mereka mungkin hanya bertemu dengan-Nya melalui keberanian Anda yang penuh kasih.
Refleksi
Bacalah Filipi 1:12-18a dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 60-61 : Markus 14:1-26
Truth For Life – Alistair Beg