JANGAN SAMPAI IMAN KITA TERTIDUR
MARKUS 14

 

Terkadang, anak-anak Tuhan sedang tertidur secara rohani.

 

Di bagian akhir Markus 13, kita menemukan sebuah perintah singkat tetapi penting dari Yesus: “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja. Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” (Mrk. 13:32–37).

 

Tetap “berjaga-jagalah” adalah nasihat yang baik bagi kehidupan rohani kita. Yesus memberikan perintah ini ketika sedang mengajar tentang akhir zaman. Ia berkata bahwa tidak seorang pun tahu kapan akhir zaman akan tiba. Yang menarik, Yesus bahkan mengatakan bahwa Ia sendiri tidak mengetahui kapan waktu itu akan datang. Tentu saja, ketika mengatakan hal ini, Ia berbicara dari sudut pandang kemanusiaan-Nya.

 

Perintah untuk berjaga-jaga berkaitan erat dengan cara kita menjalani hidup dalam terang kekekalan. Orang yang memandang hidup dari sudut pandang kekekalan menyadari bahwa dunia ini bukanlah tujuan akhirnya. Kehidupan bukan sekadar tentang menikmati segala kesenangan yang ditawarkan dunia. Tujuan utama hidup bukanlah mengumpulkan sebanyak mungkin harta, mencapai puncak karier, atau membuat orang lain terkesan dengan keberhasilan kita. Hidup juga bukan sekadar memiliki rumah yang bagus, mobil yang mewah, menikmati makanan lezat, atau pergi berlibur ke tempat-tempat yang menyenangkan.

 

Karena dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini bukanlah tujuan akhir kita, kehidupan sekarang adalah tentang mempersiapkan diri menyambut apa yang akan datang. Inilah rencana Allah di antara “sudah” saat kita bertobat dan percaya kepada Kristus dan “belum” saat kita pulang ke rumah bersama-Nya. Segala sesuatu yang Allah izinkan hadir dalam kehidupan kita merupakan bagian dari persiapan menuju kedatangan Kristus. Berjaga-jaga berarti menjalani hidup dengan hati yang senantiasa siap menyambut kedatangan Tuhan. 

 

Sayangnya, banyak di antara kita yang sedang tertidur secara rohani. Ketika sedang tidur, kita pasif, tidak waspada, dan tidak menyadari apa yang terjadi. Jika Anda mulai menganggap remeh kehadiran di gereja, mungkin Anda sedang hidup dalam keadaan tertidur secara rohani. Jika kita membaca renungan harian hanya sekilas dan tanpa sungguh-sungguh merenungkan firman Tuhan, mungkin kita sedang tertidur. Jika kita tidak membangun hubungan yang penuh kasih dengan komunitas orang percaya, mungkin kita sudah mulai kehilangan kewaspadaan rohani.

 

Jika kita tidak memiliki kerinduan untuk semakin memahami ajaran iman Kristen, mungkin kita sedang tertidur. Jika kita tidak mengambil bagian dalam pelayanan gereja, mungkin kita sedang tertidur. Jika kita merasa sulit untuk berbicara secara terbuka tentang iman kita kepada teman, keluarga, atau rekan kerja, mungkin kita sedang tertidur. Jika kita tidak lagi memiliki hati yang bersyukur atas berkat-berkat anugerah Allah setiap hari, mungkin kita pun sudah mulai tertidur secara rohani.

 

Perintah Yesus merupakan panggilan untuk memiliki iman yang waspada, sungguh-sungguh, dan aktif. Iman seperti ini mendorong kita untuk dengan rela memberikan waktu, tenaga, dan bahkan harta kita bagi Tuhan. Jika Anda merasa bahwa selama ini Anda sedang tertidur secara rohani, jangan terus-menerus tenggelam dalam rasa bersalah. Allah menyambut pengakuan dosa kita dan akan menjumpai kita dengan kasih karunia-Nya yang mengampuni dan mengubahkan.

 

Refleksi
Bacalah Roma 13:8-14 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Markus 14