ROH KUDUS DIBERIKAN BAGI KITA
YOEL 1-3

 

Tidak ada hadiah yang lebih indah dan berharga daripada Roh Kudus yang Allah berikan kepada kita.

 

Bayangkan sebuah pemandangan yang luar biasa. Yesus telah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa. Para murid berkumpul bersama di satu tempat. Tiba-tiba terdengar suara seperti tiupan angin yang sangat kuat memenuhi seluruh rumah. Lalu tampak seperti lidah-lidah api yang hinggap di atas setiap orang yang ada di sana. Mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus dan mulai berbicara dalam berbagai bahasa yang sebelumnya tidak mereka kenal.

 

Orang-orang yang berada di Yerusalem pun mendengar mereka berbicara dalam bahasa mereka masing-masing. Beberapa orang bahkan mengejek mereka dan mengira mereka sedang mabuk. Tetapi Petrus berdiri dan menjelaskan bahwa apa yang sedang terjadi bukanlah karena mereka mabuk. Apa yang mereka lihat adalah penggenapan janji Tuhan melalui nabi Yoel (Yl. 2:28). “Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (Kis. 2:15–21).

 

Petrus memahami bahwa nubuat Yoel tentang pencurahan Roh Kudus digenapi pada hari itu di Yerusalem. Kenaikan Yesus ke surga bukan berarti Allah meninggalkan anak-anak-Nya sendirian tanpa kehadiran-Nya yang penuh kuasa. Justru sebaliknya, Yesus telah berjanji kepada para murid bahwa Dia akan meminta kepada Bapa untuk memberikan seorang Penolong yang lain, yang akan menyertai mereka untuk selama-lamanya (Yoh. 14:16). Dan Penolong itu adalah Roh Kudus. Roh Kudus bukan sekadar tambahan kecil dalam keselamatan kita. Roh Kudus adalah bagian yang sangat penting dari karya keselamatan Tuhan dalam hidup kita. 

 

Melalui Roh Kudus, kita disadarkan akan dosa. Ketika kita dilahirkan kembali, Roh Kudus memberikan kehidupan yang baru kepada kita. Roh Kudus menerangi hati dan pikiran kita sehingga kita dapat memahami kebenaran yang dinyatakan melalui Firman Tuhan. Roh Kudus tinggal di dalam kita dan memberikan kuasa kepada kita untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Kita tidak menjalani kehidupan Kristen hanya dengan kekuatan sendiri. Tuhan sendiri hadir di dalam kita melalui Roh-Nya. Bahkan, kesatuan tubuh Kristus adalah pekerjaan Roh Kudus. Ketika orang-orang percaya yang berbeda-beda dapat menjadi satu tubuh di dalam Kristus, itu bukan terutama karena mereka memiliki banyak kesamaan, tetapi karena Roh Kudus yang menyatukan mereka.

 

Jauh sebelum Yesus lahir, nabi Yoel sudah memberikan gambaran tentang salah satu hadiah terbesar yang Tuhan berikan kepada umat-Nya: kehadiran Roh Kudus yang akan tinggal bersama mereka dan terus bekerja di dalam kehidupan mereka (Yl. 2:28–29). Tanpa Roh Kudus, kita mungkin tidak akan mengenal Tuhan, tidak memiliki kekuatan untuk hidup bagi-Nya, dan tidak akan mampu mengikuti Dia dengan iman. Karena itu, jangan menganggap kehadiran Roh Kudus sebagai sesuatu yang biasa. Kehadiran-Nya adalah anugerah yang sangat besar.

 

Hari ini, kita bisa bersyukur karena Tuhan tidak menyelamatkan kita lalu meninggalkan kita untuk menjalani hidup sendirian. Dia memberikan Roh Kudus untuk tinggal di dalam kita, menuntun kita, menguatkan kita, dan mengubahkan kita. Roh Kudus adalah bukti bahwa Tuhan hadir bersama kita. Dia memberikan kehidupan baru, membuka hati kita untuk memahami firman Tuhan, dan memampukan kita hidup bagi-Nya. Tidak ada hadiah yang lebih manis dan berharga daripada Roh Kudus. Karena itu, mari kita syukuri kehadiran-Nya dan terus bergantung kepada-Nya setiap hari.

 

Refleksi
Bacalah Efesus 5:15-21 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yoel 1-3