TUHAN TAKKAN LEPAS KENDALI
MAZMUR 46–50
Dunia Anda tidak sedang bergerak menuju kekacauan, karena kita memiliki Raja yang memerintah atas seluruh bumi.
Apakah saat ini hidup Anda terasa di luar kendali? Konflik keluarga, kekerasan yang terjadi di dunia, atau perubahan budaya yang semakin cepat dapat membuat kita merasa cemas. Mungkin Anda sedang bergumul dengan penyakit yang mengubah hidupmu. Mungkin Anda kehilangan pekerjaan, kehilangan seorang sahabat, atau mengalami peristiwa yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Bisa juga tanggung jawab sehari-hari terasa begitu berat sehingga sulit untuk dijalani.
Sering kali, hal-hal yang tidak terduga, tidak direncanakan, dan tidak kita inginkan mengingatkan kita betapa terbatasnya kuasa dan kendali yang kita miliki. Semua itu meruntuhkan ilusi bahwa kita sepenuhnya menguasai hidup kita sendiri. Ketika kenyataan bahwa begitu sedikit yang dapat kita kendalikan, biasanya ada dua respons yang muncul. Kita bisa tenggelam dalam ketakutan, kecemasan, kepanikan, atau keputusasaan. Atau kita bisa memilih mengingat satu kebenaran yang menenangkan hati: meskipun hidup kita terasa di luar kendali kita, hidup kita tidak pernah berada di luar kendali Allah.
Kita memiliki Raja yang bertakhta di atas seluruh bumi. Ia memerintah dengan hikmat, kekudusan, kuasa, dan kasih karunia yang sempurna. Pemerintahan-Nya selalu benar. Rencana-Nya tidak dapat digagalkan. Kehendak-Nya terlaksana di surga maupun di bumi. Tidak ada satu pun yang luput dari kuasa-Nya. Semua yang telah Ia tetapkan akan Ia genapi, dan setiap janji yang telah Ia berikan pasti Ia tepati. Dialah Raja.
Karena itu, Mazmur 47 memanggil kita untuk meninggalkan ketakutan dan kepanikan, lalu datang kepada Tuhan dengan hati yang tenang: “Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham.” (Mzm. 47:2–5, 9-10).
Mazmur 47 mengingatkan bahwa tidak akan pernah ada situasi, tempat, musim kehidupan, atau relasi yang berada di luar pemerintahan Tuhan. Tidak ada hal apa pun yang dapat membuat kita keluar dari jangkauan kuasa-Nya. Lebih dari itu, Tuhan tidak hanya memerintah segala sesuatu. Ia menjalankan pemerintahan-Nya demi kebaikan orang-orang yang dikasihi-Nya. Ia menggunakan kuasa-Nya yang tidak terbatas untuk mendatangkan kebaikan kekal bagi umat-Nya.
Tentu, ini bukan berarti kita akan selalu mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan. Sering kali kita gagal memahami jalan-Nya. Namun kegagalan kita untuk memahami bukanlah bukti bahwa Tuhan kehilangan kendali. Sebaliknya, itu mengingatkan kita bahwa hikmat-Nya jauh melampaui hikmat kita.
Dalam terang Injil, kita melihat bukti terbesar bahwa Tuhan memerintah demi kebaikan kita. Ketika Yesus disalibkan, segala sesuatu tampak kacau dan seolah-olah kejahatan menang. Namun justru melalui salib, Allah sedang menggenapi rencana keselamatan-Nya yang sempurna. Apa yang tampak seperti kekalahan ternyata menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah. Apa yang tampak seperti akhir ternyata menjadi jalan menuju hidup. Jika Allah sanggup memakai salib untuk mendatangkan keselamatan bagi umat-Nya, maka tidak ada satu pun bagian hidup kita yang berada di luar kuasa-Nya untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya dan kebaikan kita.
Hari ini, ketika hidup Anda terasa tidak terkendali, pandanglah kembali kepada Raja yang bertakhta. Ingatlah bahwa Dia mengasihimu di dalam Kristus. Beristirahatlah dalam pemerintahan-Nya. Bersukacitalah dalam kesetiaan-Nya. Raja yang memegang kendali atas alam semesta adalah Raja yang telah menyerahkan Anak-Nya untuk menebus Anda. Artinya, hidup Anda berada di tangan yang paling aman.
Refleksi
Bacalah 1 Tawarikh 29:10–13 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46-50