DI TENGAH DUNIA YANG MERAGUKAN TUHAN
2 TAWARIKH 32–34

 

Di dunia yang sering meragukan Tuhan dan menolak jalan-Nya, apakah iman Anda kepada Tuhan tetap kuat?

 

Iman kita kepada Tuhan tidak selalu didukung oleh dunia di sekitar kita. Lewat berita, media sosial, film, dan berbagai pengaruh lainnya, banyak orang hidup seolah-olah Tuhan tidak ada. Bahkan ada yang terang-terangan mengejek iman kepada Tuhan atau menganggap hidup menurut firman Tuhan sudah tidak penting lagi. Tanpa sadar, banyak orang Kristen mulai terpengaruh oleh suara-suara dunia. Ada yang mulai meragukan kebenaran Alkitab, mempertanyakan ajaran Kristen, atau merasa malu untuk menunjukkan bahwa mereka percaya kepada Tuhan.

 

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah membiarkan dunia memengaruhi hati dan pikiran Anda? Apakah cara berpikir Anda mulai dibentuk oleh narasi dunia? Apakah Anda pernah tergoda meninggalkan iman? Apakah Anda takut orang lain mengetahui bahwa Anda adalah orang Kristen dan bahwa Alkitab adalah pedoman iman dan hidup Anda? Apakah Anda merasa sulit mengambil sikap karena hati Anda mulai bercampur dengan keraguan? 

 

Dalam 2 Tawarikh 32, Raja Sanherib dari Asyur datang mengancam Yehuda. Ia adalah raja yang sangat kuat dan sudah mengalahkan banyak bangsa. Ketika ia mengepung Yerusalem, ia mengirim utusan untuk menakut-nakuti Raja Hizkia dan bangsa Yehuda. Ia berkata: "Beginilah titah Sanherib, raja Asyur: Apakah yang kamu harapkan, maka kamu tinggal saja di Yerusalem yang terkepung ini? Bukankah Hizkia memperdayakan kamu, supaya kamu mati kelaparan dan kehausan, dengan mengatakan: TUHAN, Allah kita, akan melepaskan kita dari tangan raja Asyur?” (2Taw. 32:10–11).

 

Sanherib menghina Tuhan dan membandingkan-Nya dengan allah-allah bangsa lain yang tidak bisa menyelamatkan umat mereka. Perkataan itu adalah penghinaan langsung terhadap kuasa dan kemuliaan Allah. Utusan Sanherib meremehkan Tuhan dan menyamakan Dia dengan berhala-berhala buatan manusia. Tetapi Hizkia tidak menyerah kepada ketakutan. Ia datang kepada Tuhan dalam doa, dan Tuhan menyelamatkan Yehuda.

 

Dunia hari ini juga sering berkata kepada kita bahwa iman kepada Kristus adalah sia-sia, bahwa dosa bukan masalah, dan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri tanpa Tuhan. Namun Injil mengingatkan kita bahwa Yesus Kristus adalah Raja yang hidup dan berkuasa atas segala sesuatu. Di kayu salib, Ia menanggung dosa kita, dan melalui kebangkitan-Nya Ia membuktikan bahwa tidak ada kuasa dunia yang dapat mengalahkan-Nya.

 

Karena itu, ketika suara dunia membuat Anda takut atau ragu, datanglah kepada Kristus. Anugerah-Nya sanggup menopang iman yang lemah, menguatkan hati yang takut, dan memelihara umat-Nya sampai akhir. Kita tidak diselamatkan karena kuat memegang Tuhan, tetapi karena Tuhan setia memegang kita. Kiranya kasih karunia Tuhan menolong kita untuk tetap percaya kepada-Nya di tengah dunia yang menolak-Nya. Dan ketika hati kita dipenuhi ketakutan, biarlah kita datang kepada-Nya dalam doa, percaya kepada kasih karunia-Nya yang tidak pernah gagal.

 

Refleksi
Bacalah 1 Petrus 3:13–17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 32-34