PENYATAAN PEMELIHARAAN ALLAH

Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Amsal 21:1

 

Ayat ini menggambarkan bagaimana Allah berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi di dunia. Tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi di luar kendali-Nya. Seperti yang dijelaskan dalam New City Catechism, “Tidak ada yang terjadi tanpa seizin dan kehendak-Nya.”

Allah tidak hanya menciptakan dunia dengan kuasa-Nya, tetapi Ia juga terus memeliharanya. Segala sesuatu diarahkan kepada tujuan akhir-Nya—menyatukan segala sesuatu di bawah pemerintahan Kristus (Efesus 1:9-10).

Bagaimana Allah mengatur dunia tanpa menghilangkan kebebasan manusia? Charles Bridges menjelaskan bahwa:

  • Allah mengendalikan benda mati dengan hukum alam,
  • Mengarahkan hewan dengan naluri,
  • Memimpin manusia dengan dorongan yang sesuai dengan akal budinya,
  • Dan membimbing umat pilihan-Nya dengan kasih karunia.

Sepanjang Alkitab, kita melihat bagaimana Allah memakai pemimpin dunia seperti Nebukadnezar, Firaun, Herodes, dan Pilatus. Meski mereka melawan Tuhan, mereka tetap menjadi bagian dari rencana-Nya untuk menyelamatkan dunia (Mazmur 2:1-2; Kisah Para Rasul 4:25-26). Allah bisa membelokkan rencana manusia, bahkan yang paling berkuasa sekalipun, sesuai dengan kehendak-Nya.

Bagi orang percaya, pemeliharaan Allah memberi rasa aman. Ketika melihat kejahatan merajalela dan kebenaran diputarbalikkan, kita diingatkan bahwa Allah tetap berdaulat. Kejahatan tidak mengejutkan atau mengalahkan-Nya. Bahkan, terkadang Ia memakai orang jahat untuk melindungi umat-Nya atau menyucikan mereka. Sering kali kita baru memahami maksud Allah setelah peristiwa terjadi, tetapi saat menghadapinya, kita dipanggil untuk percaya pada pemeliharaan-Nya.

Allah adalah Bapa yang ingin menarik Anda kepada-Nya dan menjadikan Anda milik-Nya. Mungkin ada situasi dalam hidup Anda yang tampak membingungkan atau bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ingatlah bahwa Ia berdaulat atas segalanya. Percayalah pada rencana-Nya dan nyanyikan dengan iman:

 

"Aku percaya, Bapa menjagaku,
Di gunung tinggi atau lautan biru.
Walau badai mengamuk, hatiku teduh,
Sebab Bapaku mengasihiku."

- Bapa Surgawi Memeliharaku, Charles H. Gabriel

 

 

Refleksi

Bacalah Kisah Para Rasul 4:24-31 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab setahun: Keluaran 4–6Markus 15:26-47

Truth For Life – Alistair Beg