ALLAH DAPAT MEMAKAI SIAPA SAJA
2 TAWARIKH 35–36
Tuhan sering memakai cara dan orang yang tidak kita duga untuk mengerjakan rencana kasih karunia-Nya yang kekal.
Seorang ayah pernah berbicara serius dengan anak remajanya. Waktu itu sudah larut malam, dan sepertinya mereka berdua hanya ingin segera beristirahat. Hari itu terasa melelahkan, tetapi sang ayah merasa percakapan mereka sudah berakhir dengan baik. Namun ketika ia hendak keluar dari kamar, anaknya berkata, “Sebenarnya aku belum mengatakan yang sesungguhnya.” Sang ayah bertanya, “Maksudmu apa?” Anak itu menjawab, “Aku tidak berbicara jujur karena Ayah tidak memberiku kesempatan.” Mendengar itu, sang ayah kembali masuk ke kamar, duduk di samping anaknya, lalu berkata, “Coba ceritakan sekarang.”
Anaknya kemudian berkata, “Saat Ayah masuk ke kamar ini, Ayah sudah membuat kesimpulan sendiri. Kita sebenarnya tidak sedang berbicara. Ayah hanya menjatuhkan hukuman. Aku tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan mengapa aku melakukan itu, karena Ayah tidak tertarik mendengarnya.” Perkataan itu sangat menegur hati sang ayah. Anak itu benar. Ia sudah marah dan menghakimi tanpa mengetahui seluruh kenyataannya. Ia datang dengan tujuan mendisiplin anaknya, tetapi justru gagal melihat hati anaknya dan kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kasih seorang ayah dan kasih Injil. Pada saat itu, keadaan seolah berbalik. Dalam kesetiaan-Nya, Allah memakai anak itu untuk menegur dan membentuk kembali hati ayahnya.
Dari peristiwa itu terlihat bahwa Allah begitu setia mengerjakan karya penebusan-Nya. Dalam hikmat-Nya yang tidak terbatas, Allah dapat memakai siapa saja dan apa saja untuk membentuk, menegur, dan memulihkan hidup umat-Nya. Karena itu, kita tidak boleh terlalu sombong hingga menolak siapa pun atau apa pun yang Allah pakai untuk membentuk hidup kita. Setiap peristiwa dalam hidup kita berada di bawah kendali-Nya. Tidak ada kebetulan. Tidak ada keputusan mendadak yang di luar pengetahuan Allah. Tidak ada langkah yang salah di luar kedaulatan-Nya. Allah selalu bekerja menurut rencana-Nya yang sempurna.
Bagi sebagian besar orang Yahudi, Raja Koresh dari Persia mungkin terlihat seperti orang yang tidak mungkin dipakai Tuhan. Tetapi justru melalui dialah Tuhan membebaskan umat-Nya dari pembuangan dan memulai pembangunan kembali bait Allah di Yerusalem. Itulah sebabnya 2 Tawarikh 36:22-23 dicatat: “Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: ‘Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!’”
Inilah Injil bagi kita: Allah yang berdaulat sanggup memakai bahkan hal-hal yang tidak kita mengerti untuk mendatangkan kebaikan dan pemulihan bagi umat-Nya. Melalui Kristus, kita melihat bahwa Allah tidak hanya bekerja melalui hal-hal besar dan mulia, tetapi juga melalui salib, sesuatu yang tampak lemah dan hina di mata dunia, untuk membawa keselamatan bagi manusia berdosa.
Karena itu, ketika hidup terasa membingungkan, ketika teguran datang dari tempat yang tidak terduga, atau ketika Allah bekerja melalui cara yang tidak kita bayangkan, jangan cepat menolak. Bisa jadi Allah sedang membentuk hati kita dan menarik kita semakin dekat kepada Kristus. Allah, Pemilik dan Penguasa atas segala sesuatu, memakai apa pun yang menurut-Nya terbaik untuk melakukan yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Itulah kasih karunia yang ajaib.
Refleksi
Bacalah 1 Korintus 1:18–31 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 35-36