DIJANGKAU OLEH ANUGERAH TUHAN
AMOS 6-9

 

Tidak ada hidup yang terlalu hancur atau terlalu jauh untuk dipulihkan oleh kasih karunia Tuhan.

 

Nabi Amos menyampaikan berita tentang penghakiman Tuhan kepada umat yang telah meninggalkan jalan-Nya, memutarbalikkan keadilan, dan mengabaikan kebenaran. Namun, kitab Amos tidak berakhir dengan kesedihan dan kehancuran. Di tengah berita penghakiman, Tuhan memberikan gambaran yang indah tentang kasih karunia-Nya yang memulihkan: "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu. (Am. 9:11-15).

 

Janji Allah itu teguh dan pasti: “Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel.” Di dalam janji ini terdapat pengharapan bagi seluruh umat manusia. Allah tidak hanya akan mengampuni umat-Nya; Ia akan memulihkan mereka secara sempurna dan sepenuhnya. Tetapi ada lebih dari itu. Ia bukan hanya akan memulihkan umat-Nya, tetapi juga akan memulihkan setiap hal yang telah dirusak oleh dosa, sampai semuanya dibuat menjadi baru kembali.

 

Dalam janji pemulihan-Nya terdapat kepastian bahwa suatu hari nanti beban dosa, dukacita, dan penderitaan, yang telah ditanggung dunia sejak kejatuhan Adam dan Hawa, akan diangkat untuk selama-lamanya. Pada saat itu, damai sejahtera dan kebenaran akan memerintah untuk selama-lamanya. Kepastian dari janji pemulihan dalam Perjanjian Lama ini, yang muncul di akhir sebuah kitab tentang penghakiman, mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun yang sudah jatuh begitu dalam ke dalam dosa sehingga berada di luar jangkauan kasih karunia Allah yang memulihkan.

 

Tidak ada pecandu, anak yang memberontak, atau orang yang tidak setia dalam pernikahan yang berada di luar jangkauan pemulihan Allah. Tidak ada pernikahan yang sedang bermasalah yang berada di luar kuasa Allah untuk memulihkan. Tidak ada pencuri yang berada di luar kasih karunia Allah yang memulihkan. Tidak ada orang yang sombong yang berada di luar kuasa kasih karunia Allah yang merendahkan dan memulihkan. Tidak ada orang yang sedang berada dalam masalah yang terlalu berat bagi Tuhan. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada kasih karunia Tuhan. Tidak ada kehidupan yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh-Nya. 

 

Jika Tuhan mampu memulihkan Israel yang memberontak, maka Ia juga mampu memulihkan kita dan segala sesuatu dalam hidup kita yang telah rusak, terluka, atau hancur karena dosa. Pekerjaan akhir Allah bagi umat-Nya bukanlah penghakiman, melainkan pemulihan. Ia memperbarui apa yang tidak mampu kita perbarui dengan kekuatan kita sendiri.

 

Kabar baiknya adalah Tuhan tidak hanya menunjukkan kepada kita bahwa Dia mampu memulihkan. Dia sendiri datang untuk memulihkan. Yesus datang ke dunia yang telah rusak oleh dosa sebagai Pemulih kita. Melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Dia mulai mengerjakan pemulihan yang Tuhan janjikan. Di dalam Kristus, kita memiliki pengharapan bahwa Tuhan sedang memperbarui hidup kita dan suatu hari nanti akan memperbarui segala sesuatu.

 

Mungkin hari ini hidup kita terasa berantakan. Mungkin ada dosa yang terus kita gumulkan, hubungan yang rusak, luka yang belum sembuh, atau kegagalan yang membuat kita merasa tidak ada harapan. Jangan berpikir bahwa kita sudah terlalu jauh bagi Tuhan. Kasih karunia Tuhan masih menjangkau dan memulihkan kita.

 

Refleksi
Bacalah Lukas 18:9-14 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amos 6-9