PERCAYA PADA TUHAN DALAM SEGALA WAKTU
MAZMUR 58–65

 

Hidup adalah pergumulan untuk terus mempercayai Tuhan. Apa yang Anda percayai akan mempengaruhi cara Anda hidup.

 

Tidak dapat disangkal bahwa setiap hari kita selalu menaruh kepercayaan kepada sesuatu. Keputusan-keputusan yang kita ambil sering dibentuk oleh tempat kita menaruh rasa aman dan harapan. Mungkin Anda mengambil keputusan berdasarkan nasihat seorang teman yang Anda percayai. Mungkin Anda merasa cemas karena tidak mempercayai atasan Anda. Dalam pernikahan, hubungan akan bertumbuh atau justru rusak tergantung pada ada tidaknya kepercayaan. Ada juga orang yang lebih mengikuti perasaannya sendiri daripada kebenaran firman Tuhan. Sebagian lagi lebih mempercayai apa yang dikatakan budaya dan lingkungan sekitarnya daripada apa yang Tuhan katakan.

 

Karena apa yang kita percayai akan mempengaruhi pikiran, keinginan, keputusan, perkataan, dan tindakan kita. Dan hidup ini sebenarnya adalah peperangan yang tidak pernah berhenti mengenai kepercayaan tentang siapa atau apa yang akan kita percayai. Setiap hari ada banyak hal yang berusaha mengambil tempat Tuhan di hati kita. Uang, kenyamanan, kemampuan diri sendiri, pendapat orang lain, bahkan perasaan kita sendiri bisa menjadi sandaran yang lebih kita percayai daripada Tuhan. Karena itu, penting untuk bertanya kepada diri sendiri: “Apa yang paling saya percayai hari ini?” “Apa yang menjadi sandaran hati saya ketika menghadapi masalah, ketidakpastian, atau ketakutan?”

 

Mazmur 62 memberikan jawaban yang jelas: "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita." (Mzm. 62:5–8)

 

Pemazmur mengingatkan bahwa hanya Tuhan yang layak menjadi tempat kita berharap dan bersandar. Segala sesuatu yang lain pada akhirnya terbatas dan dapat mengecewakan. Namun kenyataannya, mempercayai Tuhan tidak selalu mudah. Ada saat-saat ketika keadaan hidup membuat kita bertanya-tanya apakah Tuhan sungguh peduli. Ada masa ketika doa terasa belum dijawab, jalan keluar belum terlihat, dan Tuhan seakan diam. Pada saat-saat seperti itulah kepercayaan kita diuji.

 

Mazmur 62 tidak berkata, "Percayalah kepada Tuhan ketika semuanya berjalan baik." Sebaliknya, mazmur ini berkata, "Percayalah kepada-Nya setiap waktu." Artinya, saat keadaan baik maupun buruk, saat Tuhan terasa dekat maupun ketika Dia terasa jauh, kita tetap dipanggil untuk mempercayai-Nya. Mengapa? Karena dasar kepercayaan kita bukanlah keadaan hidup yang berubah-ubah, melainkan karakter Tuhan yang tidak pernah berubah. Dia tetap berkuasa, dan Dia tetap penuh kasih setia.

 

Injil menunjukkan alasan yang lebih dalam mengapa kita dapat mempercayai Tuhan. Kasih setia itu terlihat paling jelas melalui Yesus Kristus. Melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa Tuhan sungguh mengasihi kita dan dapat dipercaya sepenuhnya. Karena apa yang telah Kristus lakukan, kita memiliki alasan yang kuat untuk tetap berharap kepada Tuhan, bahkan ketika kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

 

Karena itu, dasar kepercayaan kita bukanlah keadaan hidup yang selalu baik, melainkan karakter Allah yang tidak pernah berubah. Kita tidak percaya kepada Tuhan karena kita selalu mengerti apa yang sedang Ia kerjakan. Kita percaya kepada-Nya karena kita mengenal siapa Dia. Saat ketakutan datang, pandanglah kepada Kristus. Saat keraguan muncul, pandanglah kepada Kristus. Saat masa depan terasa tidak pasti, pandanglah kepada Kristus. Salib adalah bukti bahwa Allah layak dipercaya. Kebangkitan adalah jaminan bahwa pengharapan kita tidak akan pernah sia-sia. 

 

Hari ini, mungkin ada banyak hal yang membuat Anda khawatir atau takut. Angkatlah pandanganmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya. Dia yang memegang hidupmu adalah Allah yang mahakuasa dan penuh kasih setia. Dan karena Kristus, Anda dapat mempercayai-Nya dalam segala musim hidup dan keadaan.

 

Refleksi
Bacalah Yeremia 17:5–8 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 58-65