ANUGERAH MEMBERI AWAL YANG BARU
EZRA 6–10
Allah kita yang penuh anugerah tidak pernah berhenti memberi kita kesempatan untuk memulai kembali dan mengalami hidup yang baru.
Anda marah kepada rekan kerja, Anda membutuhkan awal yang baru.
Anda kehilangan kesabaran terhadap anakmu, Anda membutuhkan awal yang baru.
Anda mengkritik pasangan tanpa kasih, Anda membutuhkan awal yang baru.
Anda melihat hal di internet yang tidak seharusnya, Anda membutuhkan awal yang baru.
Kesuksesan menjadi berhala dalam hidupmu, Anda membutuhkan awal yang baru.
Anda berselisih dengan tetanggamu, Anda membutuhkan awal yang baru.
Anda berlaku curang saat ujian, Anda membutuhkan awal yang baru.
Anda merendahkan hamba Tuhan, Anda membutuhkan awal yang baru.
Sungguh melegakan mengetahui bahwa kita adalah anak Tuhan, tidak ada dosa yang terlalu besar sehingga kasih karunia-Nya tidak sanggup memulihkan. Kasih karunia Allah jauh lebih besar daripada dosa apa pun yang kita lakukan. Karena itu, melalui anugerah-Nya, Tuhan terus menawarkan kepada anak-anak-Nya kesempatan untuk memulai kembali dengan hidup yang diperbarui.
Inilah kebenaran yang memberi kekuatan setiap pagi. Kita sadar bahwa kita belum pernah menjalani satu hari pun dengan sempurna. Tindakan kita sering dipengaruhi oleh keinginan bukan untuk menyenangkan Tuhan, tetapi juga oleh dosa yang masih tinggal di dalam diri kita. Namun, betapa berharganya mengetahui bahwa setiap pagi kita disambut dengan anugerah Tuhan yang baru. Bersama belas kasihan itu, Tuhan juga memberikan pengharapan akan awal yang baru dan hidup yang diperbarui. Kita tidak hidup terikat oleh kegagalan, sebab di dalam Kristus ada anugerah yang terus bekerja memulihkan hidup kita.
Tema tentang “awal yang baru” ini terlihat di seluruh Alkitab. Kita melihat bagaimana Allah berkali-kali mengangkat umat-Nya yang jatuh, membersihkan mereka, mengampuni mereka, dan memberi mereka kesempatan baru. Setiap kegagalan manusia dijawab dengan anugerah pemulihan yang berlimpah. Alkitab tidak menutupi betapa seriusnya dosa, tetapi juga tidak berhenti di sana, selalu ada arah menuju pemulihan oleh anugerah Allah.
Setelah segala dosa, penyembahan berhala, dan pemberontakan Israel, Allah tetap memanggil mereka kembali dari pembuangan untuk mengalami awal yang baru: membangun kembali dan memperbarui Bait Allah. Ezra 6:16–17 mencatat: “Maka orang Israel, para imam, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang pulang dari pembuangan, merayakan pentahbisan rumah Allah ini dengan sukaria. Untuk pentahbisan rumah Allah ini mereka mempersembahkan lembu jantan seratus ekor, domba jantan dua ratus ekor dan anak domba empat ratus ekor; juga kambing jantan sebagai korban penghapus dosa bagi seluruh orang Israel dua belas ekor, menurut bilangan suku Israel.”
Ketika membaca tentang kehancuran Yerusalem dan pembuangan umat Allah, seolah-olah semuanya telah berakhir. Namun ternyata itu bukan akhir. Tuhan masih bekerja. Tuhan masih memulihkan. Tuhan masih memegang perjanjian-Nya.
Inilah kabar baik Injil bagi kita hari ini: Yesus Kristus datang untuk memberikan pemulihan sejati bagi orang berdosa. Di kayu salib, Kristus menanggung hukuman dosa kita supaya kita tidak lagi hidup di bawah penghukuman, melainkan menerima hidup yang baru di dalam Dia. Karena kebangkitan-Nya, selalu ada pengharapan bagi orang yang datang kepada-Nya dengan pertobatan dan iman.
Mungkin hari ini Anda merasa gagal, lelah, atau jatuh dalam dosa yang sama berulang kali. Jangan tinggal dalam keputusasaan. Di dalam Kristus selalu ada belas kasihan yang baru, pengampunan yang nyata, dan kekuatan untuk memulai kembali. Tuhan tidak meninggalkan anak-anak-Nya. Anugerah-Nya lebih besar daripada kegagalan kita, dan kasih-Nya sanggup memulihkan hidup yang hancur sekalipun.
Refleksi
Bacalah Yohanes 21:15–17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 6-10