TUHAN TIDAK AKAN BERHENTI MEMULIHKAN KITA
MIKHA 1-7

 

Tuhan tidak akan berhenti mengerjakan kasih karunia-Nya sampai setiap bagian dosa akhirnya dikalahkan dan kehendak-Nya yang baik benar-benar terjadi dalam hidup kita.

 

Salah satu gambaran yang paling cerah dan penuh kemuliaan dalam Perjanjian Lama disampaikan oleh nabi Mikha: “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya. Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya. (Mi. 4:1-5).

 

Ketika kita menemukan janji Tuhan seperti ini, kita perlu berhenti sejenak dan menikmati keindahannya. Tuhan sedang menunjukkan kepada kita seperti apa kerajaan-Nya yang sempurna. Kerajaan yang penuh damai, keamanan, kebenaran, dan sukacita sedang menanti anak-anak-Nya.

 

Bagian-bagian seperti ini tersebar di seluruh Alkitab untuk memberikan kita pengharapan dan kekuatan untuk terus mengikuti Juruselamat dengan iman, sekalipun kehidupan di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa sering kali membuat kita lelah dan putus asa. Ketika membaca Alkitab, perhatikan bagian-bagian seperti ini. Lihat bagaimana Tuhan mengambil sesuatu yang rusak dan menggambarkan kepada kita sesuatu yang jauh lebih indah yang akan datang. Jangan lupa bahwa kata-kata ini bukan hanya berbicara tentang pemulihan Israel. Pada akhirnya, janji ini menunjuk kepada pemulihan segala sesuatu. Suatu hari nanti, Tuhan akan menjadikan segala sesuatu baru. Kita akan memiliki rumah yang kekal bersama-Nya. Tidak akan ada lagi dosa, penderitaan, ketakutan, atau kematian.

 

Mengapa Tuhan memberikan janji seperti ini kepada kita? Karena Tuhan tahu betapa sulit dan menakutkannya hidup di dunia yang rusak ini. Dia tahu pergumulan yang kita hadapi setiap hari. Dia tahu bagaimana kita berjuang melawan godaan. Dia tahu bagaimana kita bisa menjadi lelah ketika menjalani kehidupan iman. Dia juga tahu bahwa ada saat-saat ketika keadaan terlihat begitu buruk sampai kita mulai berpikir bahwa rencana Tuhan mungkin sudah gagal. Tetapi Tuhan, dengan hati yang penuh kelembutan, mengingatkan kita bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita dan pekerjaan-Nya belum selesai. Apa yang Tuhan mulai, Dia akan terus kerjakan sampai selesai.

 

Tuhan sedang membawa kita menuju hari ketika semua yang telah rusak oleh dosa akan dipulihkan. Segala sesuatu yang hari ini menghancurkan hati kita dan membuat hidup terasa berat akan berakhir untuk selama-lamanya. Juruselamat kita akan datang kembali dan mendirikan kerajaan yang penuh damai dan kebenaran yang tidak akan pernah berakhir.

 

Karena itu, ketika hari ini hidup terasa berat, jangan berhenti berharap. Kita mungkin belum melihat pemulihan itu sepenuhnya sekarang, tetapi kita dapat percaya bahwa Tuhan sedang bekerja. Sebab kasih karunia Tuhan tidak berhenti di tengah jalan. Dia akan terus memulihkan sampai semuanya menjadi baru.

 

Refleksi
Bacalah Wahyu 22:1-5 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 1-7