FIRMAN TUHAN MENUNTUN LANGKAH KITA
MAZMUR 119:89–176

 

Firman Tuhan dapat mengubah cara berpikir kita dan seharusnya menuntun setiap langkah hidup kita.

 

Sayangnya, bagi banyak orang Kristen, ada jarak yang cukup besar antara apa yang mereka akui sebagai keyakinan dan bagaimana mereka menjalani hidup sehari-hari. Apa yang kita katakan kita percayai seringkali tidak sejalan dengan cara kita hidup.

 

Kita mengatakan bahwa kita percaya kepada Allah, tetapi hidup kita berpusat pada diri sendiri. Kita mengakui bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu, tetapi kita tetap hidup dalam kekhawatiran, ketakutan, atau keinginan untuk mengendalikan keadaan. Kita menyanyikan lagu-lagu tentang kasih karunia, tetapi sering kali hidup kita tidak menunjukkan kasih dan anugerah kepada orang lain. Kita mengaku percaya akan kehidupan kekal, tetapi hidup hanya untuk mengejar kepentingan dunia saat ini. Kita mengatakan bahwa tubuh Kristus itu penting, tetapi di gereja kita lebih bertindak sebagai konsumen daripada sebagai anggota yang ikut terlibat dan melayani.

 

Coba bayangkan ada rekaman video yang memperlihatkan seluruh aktivitas hidup Anda selama satu minggu. Jika seseorang menontonnya, apakah ia akan melihat bahwa hidup Anda dibentuk oleh perintah, prinsip, janji, dan misi Kerajaan Allah sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Suci?

 

Hampir tepat di tengah Alkitab terdapat pasal terpanjang, yaitu Mazmur 119. Pasal ini seluruhnya berbicara tentang keindahan dan berkat firman Tuhan. Allah mendedikasikan pasal terpanjang dalam Kitab Suci untuk mengingatkan kita bahwa firman-Nya adalah kebutuhan yang mutlak bagi kehidupan orang percaya. Melalui pasal terpanjang dalam seluruh Alkitab, Allah mengingatkan umat-Nya betapa pentingnya firman-Nya bagi kehidupan mereka.

 

Di tengah perenungan panjang tentang firman Tuhan itu, pemazmur menuliskan sebuah pernyataan yang tidak boleh kita abaikan: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mzm. 119:105). Bayangkan Anda sedang berjalan di malam hari melewati sebuah jalan setapak di tengah hutan untuk kembali ke tempat Anda menginap. Anda tidak mengenal jalan tersebut, sehingga Anda membawa sebuah senter. Cahaya senter tidak menerangi seluruh perjalanan sekaligus, tetapi cukup untuk menunjukkan langkah berikutnya. Cahaya itu membantu Anda melihat jalan yang benar, menghindari batu sandungan, dan tidak tersesat dalam kegelapan. 

 

Demikian pula firman Tuhan bekerja dalam hidup kita. Firman Allah tidak selalu memperlihatkan seluruh masa depan kita, tetapi selalu memberikan terang yang kita perlukan untuk melangkah dalam ketaatan setiap hari. Jika cahaya itu tidak memenuhi pikiran dan kehidupan kita, kita akan mudah kehilangan arah, jatuh ke dalam dosa, atau tersesat mengikuti keinginan hati sendiri. Betapa banyak orang memiliki pengetahuan Alkitab, tetapi tetap hidup dalam kebingungan karena tidak membiarkan firman Tuhan mengarahkan hidup mereka. 

 

Tuhan tidak memberikan firman-Nya hanya untuk menambah pengetahuan kita. Tuhan ingin firman-Nya mengubah cara kita berpikir dan menuntun setiap aspek kehidupan kita. Kebenaran yang kita percayai seharusnya terlihat dalam cara kita hidup setiap hari.

 

Inilah yang dikerjakan Injil di dalam diri orang percaya. Dosa telah menggelapkan pikiran kita sehingga kita cenderung mengandalkan hikmat sendiri dan mengikuti jalan yang tampak benar menurut mata manusia. Tetapi melalui Yesus Kristus, Allah memberikan hidup yang baru. Kristus adalah Firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:14), yang bukan hanya mengajarkan kebenaran, tetapi juga menebus kita agar mampu hidup dalam kebenaran. Oleh karya Roh Kudus, hati kita diperbarui sehingga kita semakin rindu mendengar, mempercayai, dan menaati firman-Nya. 

 

Di tengah dunia yang gelap ini, Allah telah memberikan firman-Nya sebagai terang yang menuntun langkah Anda. Pertanyaannya adalah apakah firman Tuhan benar-benar menjadi pelita bagi setiap keputusan, sikap, dan langkah hidup Anda? Ataukah Anda lebih sering dipimpin oleh perasaan, ketakutan, ambisi, atau hikmat dunia? 

 

Refleksi

Bacalah Yosua 1:6–9 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:89–176