INGAT PADA ALLAH
Ulangan 8–10
Dari segala hal yang perlu diingat oleh pikiran kita, tidak ada yang lebih penting daripada mengingat Allah.
Dari sekian banyak hukum yang Allah berikan kepada umat-Nya, perintah untuk mengingat Dia mungkin adalah yang paling penting. Jika Allah tidak menjadi pusat dari pikiran, keinginan, perkataan, dan tindakan mereka, maka mereka tidak akan hidup dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Hati yang mudah lupa akan dengan cepat tertarik kepada berhala-berhala di sekeliling mereka.
Karena itu Musa memperingatkan bangsa itu: “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya, dan ketetapan-ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak, dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau menjadi tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan” (Ul. 8:11–14).
Tuhan seolah berkata kepada umat-Nya: Lakukanlah segala sesuatu supaya engkau tidak melupakan Aku. Jangan melupakan bagaimana Aku membebaskan engkau dari perbudakan. Jangan melupakan bagaimana Aku memberikan hukum-Ku kepadamu. Jangan melupakan bagaimana Aku memilih untuk diam di tengah-tengahmu. Jangan melupakan bagaimana Aku memelihara engkau di padang gurun. Lakukanlah segala sesuatu untuk mengingat Aku.
Sering kali, ketika kita berjalan di padang gurun kehidupan—dalam kelemahan dan ketergantungan—kita mudah mengingat Tuhan dan berseru kepada-Nya. Namun, seperti yang diperingatkan dalam Ulangan 8, justru di masa kenyamanan dan kelimpahanlah kita paling rentan melupakan Tuhan. Saat hidup terasa aman, hati kita mudah mengembara dan menjadi sombong.
Dalam terang Injil, kita diingatkan bahwa Tuhan telah menyatakan kasih-Nya yang terbesar melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Di dalam Kristus, kita dibebaskan dari perbudakan dosa, diperdamaikan dengan Allah, dan diberi hidup yang baru. Karena itu, mengingat Tuhan berarti mengingat salib, anugerah, dan kasih setia-Nya yang tidak pernah berkesudahan.
Kiranya Allah memberi kita anugerah untuk selalu mengingat Tuhan dan kebesaran karya-Nya di dalam Yesus Kristus. Dan dalam mengingat Dia, kiranya kita menyembah dan melayani-Nya dengan penuh sukacita.
Refleksi
Bacalah 2 Timotius 2:8–10 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 8-10