ALLAH SEDANG MENGERJAKAN PEMULIHAN
YEREMIA 49–50
Dengan kasih karunia-Nya, pemulihan yang sangat dibutuhkan oleh dunia ini sedang menuju kepada kita.
Sulit untuk menyangkal bahwa kita hidup di dalam dunia yang sangat membutuhkan pemulihan. Lihatlah apa yang muncul di media sosial kita, atau ingat kembali berbagai hal menyedihkan yang pernah terjadi dalam hidup kita. Rasul Paulus menggambarkan bahwa seluruh ciptaan sedang mengeluh dan menantikan pembebasan (Rm. 8:22–23). Kita mengeluh ketika sedang kesakitan. Kita mengeluh ketika kecewa. Kita mengeluh ketika melihat keadaan di sekitar kita seolah-olah sudah rusak dan tidak mungkin diperbaiki.
Memang, seperti itulah dunia tempat kita hidup. Kekerasan di sekitar kita dapat membuat kita takut. Kemerosotan moral seolah tidak berhenti. Kesaksian gereja pun sering kali terlihat tidak sempurna. Pernikahan hancur, orang tua frustrasi terhadap anak-anaknya, dan berbagai hiburan yang seharusnya menjadi tempat beristirahat justru tidak lagi menjadi tempat yang aman. Bahkan dunia secara fisik pun sedang mengeluh. Dunia yang kita tinggali sekarang tidak lagi berada dalam keadaan sebagaimana Allah menciptakannya dan tidak berjalan sebagaimana yang Allah kehendaki.
Karena itu, terkadang kita berseru, “Tuhan, apakah Engkau ada? Apakah Engkau melihat apa yang sedang terjadi? Apakah Engkau mendengar tangisan kami? Apakah Engkau sudah meninggalkan apa yang telah Engkau ciptakan?” Kita merasa lemah dan tidak berdaya. Kita tidak tahu bagaimana menghadapi perubahan besar yang sedang terjadi di sekitar kita. Maka kita berdoa dan berharap. Tetapi doa bukanlah tindakan terakhir dari orang-orang yang sudah putus asa karena tidak tahu harus melakukan apa lagi. Alkitab justru dipenuhi dengan janji-janji pemulihan. Janji-janji itu mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan ciptaan-Nya.
Allah memberikan dan memelihara janji-janji itu supaya kita mengetahui bahwa doa-doa kita tidak sia-sia. Allah sedang mengerjakan sesuatu sesuai dengan rencana penebusan-Nya yang tidak dapat digagalkan.
Kita menemukan pengharapan seperti itu dalam Yeremia 50. Janji ini diberikan ketika keadaan umat Allah tampaknya sudah tidak mungkin menjadi lebih buruk. Israel digambarkan seperti domba yang diburu dan dihalau oleh singa. Kerajaan Asyur telah menindas mereka, dan kemudian Babel datang menghancurkan mereka. Namun, di tengah keadaan yang begitu gelap, Allah berkata bahwa Ia akan menghukum Babel dan memulihkan umat-Nya.
Allah berkata: “Israel adalah domba yang diburu, yang dihalau oleh singa-singa…” (Yer. 50:17). Namun keadaan Israel tidak berakhir di sana. Allah sendiri akan bertindak. Ia akan menghancurkan kejahatan, memulihkan umat-Nya, dan mengampuni mereka. Yeremia 50:19–20 menggambarkan pemulihan Israel di mana mereka akan kembali ke tempat mereka, menikmati kelimpahan, dan dosa mereka tidak akan ditemukan lagi karena Allah mengampuni umat yang ditinggalkan-Nya sebagai sisa.
Ini adalah pengharapan yang besar bagi kita. Kita memang hidup di dunia yang rusak oleh dosa. Kita melihat penderitaan, ketidakadilan, kehancuran, dan kegagalan manusia. Tetapi kerusakan dunia bukanlah akhir dari cerita. Kejahatan tidak akan menang.
Pengharapan kita bukan pada kemampuan manusia untuk memperbaiki dunia. Pengharapan kita ada pada Allah yang setia kepada janji-Nya. Dan puncak dari rencana pemulihan itu kita lihat dalam Yesus Kristus. Di dalam Kristus, Allah datang mencari dan menyelamatkan umat-Nya. Kristus menanggung hukuman dosa supaya kita dapat menerima pengampunan dan diperdamaikan dengan Allah. Karena itu, ketika kita melihat dunia yang rusak, kita tidak perlu hidup dalam keputusasaan. Kristus telah datang, Kristus telah menang atas dosa, dan Kristus akan menyelesaikan pekerjaan pemulihan-Nya.
Mungkin hari ini kita masih melihat banyak hal yang belum dipulihkan. Kita masih mengeluh, masih menangis, dan masih menantikan pembebasan. Tetapi kita menantikan bukan tanpa pengharapan. Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya. Ia sedang membawa segala sesuatu menuju pemulihan yang telah Ia janjikan.
Refleksi
Bacalah Roma 8:18–25 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 49-50