KUASA DOA YANG SEJATI
NEHEMIA 1–3

 

Penting untuk kita sadari bahwa kuasa doa bukan terletak pada indahnya kata-kata kita, tetapi pada karakter Allah yang kita tuju dalam doa.

 

Sering kali kita berpikir bahwa semakin baik pemahaman dan pengertian teologi kita tentang Tuhan dan semakin rapi kata-kata kita saat berdoa, maka Tuhan akan lebih mendengar kita. Tetapi sebenarnya doa bukan tentang membuktikan diri di hadapan Allah. Doa juga bukan usaha untuk menunjukkan bahwa kita layak datang kepada-Nya. Doa adalah tentang datang dengan hati yang sadar bahwa kita tidak punya apa-apa untuk dibanggakan di hadapan-Nya.

 

Kita datang kepada Allah dengan mengakui bahwa kita tidak punya hak untuk menuntut Dia mendengarkan kita. Satu-satunya harapan kita hanyalah pada kasih-Nya yang besar dan belas kasihan-Nya yang melimpah. Jadi, kuasa doa tidak terletak pada keindahan bahasa, kecakapan rohani, atau rekam jejak kebenaran kita, tetapi pada Pribadi Allah yang penuh kasih karunia. Ia mendengar kita dengan kasih yang menyelamatkan, kasih yang tidak mungkin kita dapatkan dengan usaha atau kelayakan kita. Karena itu, kita tidak perlu menunggu diri kita “rapi” dulu baru berdoa. kita tidak dipanggil untuk membersihkan diri terlebih dahulu supaya layak berdoa. Justru kita datang dalam doa supaya Allah terus mengerjakan pemulihan dalam hidup kita.

 

Lihat bagaimana Nehemia berdoa saat ia mendengar tentang kehancuran Yerusalem: “Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu. Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana. Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat? Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.” (Neh. 1:4–11).

 

Nehemia sadar bahwa ia tidak bisa datang kepada Allah dengan mengandalkan kebaikan bangsanya. Karena itu, ia memilih untuk mengakui dosa dan bersandar sepenuhnya pada karakter Allah dan janji-janji-Nya. Di sinilah Injil menjadi pengharapan kita. Kita dapat datang dengan keberanian kepada Allah bukan karena kita benar, tetapi karena Kristus telah membuka jalan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Yesus menanggung dosa kita supaya kita yang penuh kegagalan dapat diterima oleh Allah dengan kasih karunia.

 

Untuk itu, saat kita berdoa kiranya hati kita juga memiliki sikap yang sama, datang dengan rendah hati, bersandar pada anugerah-Nya, dan percaya bahwa kuasa doa ada pada Allah yang penuh kemuliaan dan kasih karunia.

 

Refleksi
Bacalah Matius 6:5–13 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 1-3