DOA DAN KEDAULATAN ALLAH

“karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus”. Filipi 1:19

 

Doa Anda dapat mengubah keadaan.

Paulus sangat memahami hal ini. Kitab Kisah Para Rasul mencatat bagaimana gereja berkembang dengan pesat di wilayah Mediterania timur, sebagian besar melalui tiga perjalanan misionaris besar yang Paulus lakukan. Namun, kitab ini diakhiri dengan Paulus yang hidup dalam tahanan rumah selama dua tahun (Kisah Para Rasul 28:30). Secara manusiawi, situasinya tampak putus asa—orang-orang Yahudi sudah lama ingin membunuhnya, ia menghadapi berbagai sidang dengan tuduhan palsu, mengalami kapal karam, pemukulan, dan banyak kesulitan. Sekarang, ia bahkan dirantai dengan seorang tentara Romawi dan tidak bisa pergi ke mana-mana. Seolah-olah semua keadaan melawan dia dan pekerjaannya bagi Tuhan.

Namun, di tengah semua kesulitannya, Paulus tetap percaya pada kuasa doa. Saat dalam penjara di Roma, ia menulis kepada jemaat di Filipi, "Aku tahu bahwa karena doa-doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus, semuanya ini akan membawaku kepada keselamatan." Ia juga menulis kepada sahabatnya, Filemon: "Siapkanlah sebuah kamar untukku, karena aku berharap oleh doa-doamu aku akan dikembalikan kepadamu." (Filemon 22).

Paulus percaya bahwa ia akan dibebaskan dari penjara, dan ia yakin bahwa doa-doa dari teman-temannya akan menjadi bagian dari cara Tuhan menyelamatkannya. Meskipun Kisah Para Rasul tidak secara langsung menyebutkan pembebasannya, surat-surat Paulus menunjukkan bahwa ia memang sempat dibebaskan.

Paulus yakin bahwa Tuhan itu berdaulat—Dia mengatur segala sesuatu sesuai dengan rencana-Nya yang kekal (Efesus 1:11). Namun, itu tidak berarti bahwa usaha manusia menjadi sia-sia atau tidak ada gunanya. Paulus memahami bahwa Tuhan seringkali bekerja melalui sarana tertentu—termasuk melalui doa umat-Nya.

Tuhan memerintahkan dan mengharapkan Anda untuk berdoa. Dalam cara yang tidak sepenuhnya bisa kita pahami, doa-doa kita menjadi bagian dari rencana besar-Nya. Jadi, ketika hidup terasa kacau dan seolah-olah segalanya melawan Anda, jangan berpikir bahwa rencana Tuhan gagal. Arahkan pandangan Anda kepada-Nya dan mintalah orang lain untuk berdoa bersama Anda. Bisa jadi, melalui doa-doa itulah Tuhan akan membawa pertolongan dan kelepasan—karena dalam kasih-Nya, Tuhan menetapkan bahwa doa-doa umat-Nya benar-benar dapat mengubah keadaan.

 

Refleksi

Bacalah Lukas 11:1-13 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab setahun: Keluaran 14–15; 1 Tesalonika 3

Truth For Life – Alistair Beg