MENDENGAR, PERCAYA, DAN BERTINDAK

Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.           Ibrani 11:30

 

Jika kita ingin melihat benteng-benteng kejahatan runtuh, melihat kuasa kegelapan dihancurkan, dan melihat pengaruh jahat di dunia ini dihentikan, kita harus mendengar firman Tuhan, mempercayainya, dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Inilah pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Yosua dan bangsa Israel saat menghadapi tembok Yerikho.

Ketika bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, mereka tiba di kota Yerikho yang sangat penting secara strategis. Kota ini terkunci rapat; tidak ada yang bisa masuk atau keluar (Yosua 6:1). Secara manusiawi, Yerikho tampak mustahil untuk ditembus. Namun, Tuhan berkata kepada Yosua, “Lihatlah, Aku telah menyerahkan Yerikho ke dalam tanganmu, beserta rajanya dan para prajuritnya yang gagah perkasa” (Yosua 6:2). Cara Tuhan memberikan kemenangan kepada Israel sangatlah unik: mereka harus mengelilingi kota selama enam hari, dan pada hari ketujuh, mereka harus mengelilinginya tujuh kali sambil meniup terompet.

Mengapa mereka mau melakukan hal yang tampaknya aneh ini? Jawabannya hanya satu: mereka mendengar firman Tuhan, percaya bahwa itu benar, dan bertindak dengan taat. Jika rencana ini tidak berasal dari Tuhan, tentu hal itu akan terlihat tidak masuk akal. Jika mereka mendengarnya tetapi tidak benar-benar percaya, mereka tidak akan pernah melaksanakannya. Namun, karena mereka percaya pada janji Tuhan, mereka taat, dan akhirnya tembok Yerikho runtuh.

Tuhan sering bekerja dengan cara seperti ini—Dia memberi janji dan sekaligus perintah yang tanpa janji tersebut mungkin tampak tidak masuk akal. Dia berjanji kepada Nuh bahwa akan ada air bah dan memerintahkannya untuk membangun bahtera. Dia berjanji kepada Abraham bahwa dia akan memiliki keturunan yang banyak dan tanah yang luas, lalu memintanya meninggalkan segala sesuatu yang sudah ia kenal. Dia berjanji kepada Musa bahwa Dia akan membebaskan Israel dari Mesir, lalu memerintahkannya untuk menghadapi Firaun, raja yang paling berkuasa saat itu.

Iman sejati mendengar janji Tuhan, mendengar perintah-Nya, percaya pada keduanya, dan kemudian bertindak dengan taat.

Jika kita ingin iman kita bertumbuh seperti otot yang semakin kuat, kita harus terus tinggal dalam firman Tuhan. Kita perlu membaca Alkitab dan bertanya, "Apa janji yang Tuhan berikan kepada saya? Apa yang Tuhan perintahkan kepada saya? Bagaimana saya bisa taat hari ini?" Ketika kita terus bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya, iman kita akan dikuatkan. Dan saat kita tetap taat dalam menghadapi tantangan hidup, Tuhan berjanji, "Aku yang akan meruntuhkan temboknya."

 

Refleksi

Bacalah Yosua 6:1-20 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab setahun: Keluaran 16–18; 1 Tesalonika 4

Truth For Life – Alistair Beg