DIDIKAN DAN PEMULIHAN MELALUI KASIH KARUNIA
NEHEMIA 8–11
Allah merespons dosa anak-anak-Nya dengan didikan seorang Bapa dan belas kasihan yang memulihkan dari seorang Juruselamat.
Ringkasan tentang kasih Allah kepada umat-Nya, dosa dan pemberontakan mereka, serta didikan dan belas kasihan-Nya yang dicatat dalam Nehemia 9 sangat menegur sekaligus menguatkan: “Engkau menyerahkan kepada mereka kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa dan membagikan itu kepada mereka sebagai daerah perbatasan, sebab mereka duduki tanah dari Sihon, raja negeri Hesbon dan tanah dari Og, raja negeri Basan. Engkau membuat anak-anak mereka menjadi banyak seperti bintang-bintang di langit dan membawa mereka ke tanah yang Kausuruh kepada nenek moyang mereka untuk dimasuki dan diduduki. Lalu anak-anak itu memasuki dan menduduki tanah itu dan Engkau menundukkan di hadapan mereka penduduk tanah itu, yakni orang-orang Kanaan, dan menyerahkan orang-orang itu, baik raja-raja mereka, maupun bangsa-bangsa tanah itu, ke tangan mereka, supaya orang-orang itu diperlakukan sekehendak hati mereka. Tetapi mereka mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu. Mereka membelakangi hukum-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu yang memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada-Mu. Mereka berbuat nista yang besar. Lalu Engkau menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang menyesakkan mereka. Dan pada waktu kesusahan mereka berteriak kepada-Mu, lalu Engkau mendengar dari langit dan karena kasih sayang-Mu yang besar Kauberikan kepada mereka orang-orang yang menyelamatkan mereka dari tangan lawan mereka. Engkau memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada hukum-Mu. Tetapi mereka bertindak angkuh, mereka tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu dan mereka berdosa terhadap peraturan-peraturan-Mu, yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya. Mereka melintangkan bahu untuk melawan, mereka bersitegang leher dan tidak mau dengar. Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka. Dengan Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yakni dengan perantaraan para nabi-Mu, tetapi mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa segala negeri. Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang.” (Neh. 9:22–24, 26–27, 29–31).
Allah setia melindungi dan memelihara umat-Nya. Namun, mereka terus-menerus memberontak dan menyerahkan hati mereka kepada allah-allah lain. Meskipun umat-Nya berkali-kali mengkhianati Dia, Allah tetap luar biasa sabar. Ia mengutus nabi demi nabi untuk memperingatkan mereka.
Tetapi karena mereka tidak mau mendengar, Allah akhirnya menyerahkan mereka ke dalam pembuangan. Penderitaan dan penawanan itu bukanlah hukuman akhir yang membinasakan, melainkan bentuk kasih, didikan dari seorang Bapa. Allah belum selesai dengan umat-Nya. Setelah mendidik mereka, Ia kembali memulihkan mereka dengan belas kasihan-Nya. Didikan Allah dan belas kasihan-Nya bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya adalah alat anugerah di tangan Sang Penebus, untuk menarik anak-anak-Nya kembali dekat kepada-Nya dan menjaga mereka tetap berjalan bersama-Nya.
Hari ini, akuilah bahwa hati Anda pun bisa dengan mudah menyimpang dari Tuhan. Karena itu, Anda membutuhkan baik didikan-Nya maupun belas kasihan-Nya. Disiplin-Nya mungkin terasa menyakitkan, tetapi itu adalah kasih karunia yang menyelamatkan kita agar tidak terus hidup dalam dosa. Belajarlah bersyukur, bukan hanya untuk anugerah yang menegur dan terasa tidak nyaman, tetapi juga untuk kasih-Nya yang lembut yang memulihkan setelahnya.
Di dalam Injil, kita melihat bahwa Yesus Kristus menanggung hukuman dosa kita di kayu salib supaya kita tidak binasa. Melalui Dia, Allah bukan hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan hati yang memberontak menjadi hati yang kembali mengasihi-Nya. Ia sanggup dan bersedia melakukan apa yang tidak mampu Anda lakukan dalam hidupmu sendiri.
Refleksi
Bacalah Amsal 3:11–12 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 8-11