SETIAP PAGI ADA KASIH KARUNIA YANG BARU
RATAPAN 3–5
Tidak peduli seberapa sulit keadaan yang kita alami, ada sesuatu yang selalu baru setiap pagi yaitu kasih setia Tuhan.
Apakah Anda merasa hidup Anda sedang berjalan di tempat? Apakah Anda merindukan perubahan? Apakah kehidupan rohani Anda terasa tidak bertumbuh? Apakah rasanya harapan dan impian Anda seolah berhenti dan tidak bergerak ke mana-mana? Apakah pernikahan Anda terjebak dalam pola yang tidak sehat? Apakah persahabatan Anda terus-menerus dipenuhi konflik yang sama? Apakah anak-anak Anda seolah tidak mengalami perubahan? Apakah Anda terjebak dalam pola dosa yang terus berulang, sehingga Anda merasa bersalah dan kehilangan harapan? Mungkin kita ingin semuanya berubah, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ada masa-masa ketika hidup terasa seperti terus berputar di tempat yang sama.
Namun, di tengah masa yang paling gelap dan menyedihkan dalam sejarah umat Allah, Tuhan memberikan alasan kepada kita untuk tidak menyerah. Bukan karena mereka bijaksana, mampu, atau cukup baik. Tuhan tidak berkata bahwa mereka memiliki kekuatan untuk memperbaiki semuanya. Pengharapan itu datang karena Allah sendiri tetap setia.
Melalui nabi-Nya, Tuhan menyampaikan pengharapan akan perubahan: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Rat. 3:22–23). Di sinilah pengharapan ditemukan di tengah dunia yang seolah terus membuat kita merasa terjebak di tempat yang sama. Kasih setia Tuhan tidak pernah menjadi usang. Kasih setia-Nya tidak pernah kedaluwarsa. Tidak pernah kekurangan kuasa. Tidak pernah habis. Kasih setia Tuhan tidak pernah gagal.
Setiap pagi, umat Tuhan menerima kasih setia dari-Nya yang cukup untuk menghadapi pergumulan, kesempatan, tekanan, tanggung jawab, dukacita, dan pencobaan yang akan mereka hadapi pada hari itu. Kemurahan Tuhan bukan sesuatu yang disimpan jauh di tempat tertentu dan baru diberikan ketika kita sudah cukup baik. Setiap hari, Tuhan memberikan kemurahan yang kita perlukan untuk menjalani hari itu. Hari ini mungkin memiliki pergumulan yang berbeda dengan kemarin. Tetapi Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan. Dan ketika hari yang baru datang, kemurahan-Nya juga datang bersama kita.
Ratapan 3:24 juga mengatakan: “TUHAN adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.” Perhatikan bahwa dasar pengharapan kita bukanlah keadaan yang berubah sesuai keinginan kita. Dasar pengharapan kita adalah Tuhan sendiri. Kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir karena karakter-Nya tidak pernah berubah. Ia adalah Allah yang setia. Karena itu, ketika kita merasa hidup tidak berubah, kita dapat tetap berharap kepada-Nya. Pengharapan kita tidak sia-sia karena Allah tidak pernah berhenti menjadi Allah yang setia.
Dan puncak dari kemurahan Tuhan yang baru itu kita lihat dalam pemberian Anak-Nya, Yesus Kristus. Yesus adalah bukti terbesar bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Kristus datang kepada dunia yang rusak oleh dosa. Ia hidup, mati, dan bangkit supaya orang berdosa seperti kita menerima pengampunan dan memiliki kehidupan yang baru. Di dalam Kristus, kita mendapatkan keselamatan.
Mungkin hari ini Anda merasa terjebak. Terjebak dalam dosa yang sama. Terjebak dalam rasa bersalah. Terjebak dalam konflik yang berulang. Terjebak dalam keadaan yang seolah tidak berubah. Terjebak dalam kekhawatiran tentang masa depan. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita bahwa setiap pagi adalah pengingat bahwa kasih karunia Tuhan belum berakhir.
Bukan berarti setiap pagi semua masalah kita langsung hilang. Bukan berarti setiap keadaan akan berubah sesuai keinginan kita. Tetapi setiap pagi kita kembali bertemu dengan Allah yang sama yakni Allah yang kasih setia-Nya tidak pernah berakhir dan kemurahan-Nya tidak pernah habis. Karena itu, jangan mengukur kesetiaan Tuhan berdasarkan seberapa cepat keadaan kita berubah. Ukurlah pengharapan kita berdasarkan siapa Allah kita. Dan ketika kita merasa tidak mampu melangkah lagi, pandanglah kepada Kristus. Ia telah mati dan bangkit bagi kita. Ia tidak meninggalkan umat-Nya. Ia menyertai kita dengan kuasa penebusan dan pemulihan-Nya.
Refleksi
Bacalah Ibrani 4:14–16 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Ratapan 3-5