PEMBERI HUKUM DAN KEBEBASAN
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Keluaran 20:1-2
Untuk membaca dan memahami Sepuluh Perintah Allah dengan benar, kita harus mengerti apa tujuan mereka dan apa yang bukan tujuannya. Kunci pemahamannya ada di awalnya: "Akulah TUHAN, Allahmu." Sebelum memberikan perintah-perintah-Nya, Allah mengingatkan siapa Dia. Ini berarti bahwa perintah-Nya berakar pada siapa Dia sebagai Tuhan. Dalam Mazmur 100:3 tertulis: "Ketahuilah bahwa TUHAN itu Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita." Karena Dialah yang menciptakan kita, Dia berhak memberi perintah kepada kita. Walaupun dunia mencoba menolak otoritas-Nya, Allah tetaplah Penguasa atas hidup kita.
Ketika kita mengingat siapa yang memberikan hukum ini, kita bisa memahami tujuan Sepuluh Perintah Allah dan apa yang bukan tujuannya.
Setelah memahami ini, kita bisa membaca Sepuluh Perintah Allah dengan benar. Kita harus melihat dosa kita yang dinyatakan melalui hukum ini dan bertobat serta percaya kepada Yesus—satu-satunya yang telah memenuhi hukum ini secara sempurna dan menawarkan diri-Nya sebagai Juruselamat kita. Hanya Yesus yang bisa menuliskan hukum ini, bukan hanya di dalam pikiran kita, tetapi juga di dalam hati kita. Ketika kita menyerahkan hidup kepada-Nya, kita akan menemukan sukacita dan kebebasan sejati.
Refleksi
Bacalah Keluaran 20:1-17 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab setahun: Keluaran 21–22; 2 Tesalonika 1
Truth For Life – Alistair Beg