PERWUJUDAN ANUGERAH ALLAH
YESAYA 9-12
Yesus Kristus adalah kasih karunia Allah yang dinyatakan kepada dunia.
Jika diminta menggambarkan siapa Yesus dalam beberapa kata, apa yang akan Anda katakan? Mungkin Anda akan menyebut-Nya Juruselamat, Tuhan, Gembala yang Baik, atau Penebus. Semua itu benar. Namun jauh sebelum Yesus lahir ke dunia, nabi Yesaya telah melukiskan gambaran yang begitu indah tentang Dia.
Di tengah situasi bangsa Israel yang penuh kegelapan dan tanpa harapan, Allah memberikan sebuah janji. Seorang Anak akan lahir. Seorang Putra akan diberikan. Ia bukan sekadar seorang pemimpin atau raja seperti yang pernah ada sebelumnya. Ia adalah Pribadi yang akan membawa keselamatan dan damai yang kekal. Yesaya 9:6-7 mencatat: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”
Inilah salah satu gambaran paling indah tentang Pribadi yang menjadi satu-satunya pengharapan kita dalam hidup dan dalam kematian. Yesaya menyebut-Nya Penasihat Ajaib. Di dalam Yesus terdapat hikmat Allah yang sempurna. Ketika kita tidak tahu harus melangkah ke mana, Dia menuntun kita dengan firman-Nya dan tidak pernah salah dalam memimpin umat-Nya.
Ia juga disebut Allah yang Perkasa. Yesus bukan hanya seorang guru atau nabi, melainkan Allah sendiri yang datang menjadi manusia. Dengan kuasa-Nya, Ia mengalahkan dosa, maut, dan Iblis melalui salib dan kebangkitan-Nya. Ia adalah Bapa yang Kekal, yang menunjukkan kasih, pemeliharaan, dan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. Di dalam Kristus, kita diterima sebagai anak-anak Allah dan menjadi bagian dari keluarga-Nya untuk selama-lamanya. Ia juga adalah Raja Damai. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Yesus mendamaikan manusia dengan Allah. Dari damai sejahtera dengan Allah itulah lahir damai yang memampukan kita hidup berdamai dengan sesama, bahkan di tengah dunia yang penuh konflik.
Semua yang dinubuatkan Yesaya menemukan penggenapannya di dalam Kristus. Kerajaan-Nya bukan kerajaan yang dibangun dengan kekuatan manusia, melainkan kerajaan yang ditegakkan dengan keadilan, kebenaran, dan damai sejahtera yang tidak akan pernah berakhir. Di dalam diri-Nya, rencana penebusan Allah mencapai puncaknya, dan tidak ada satu pun yang dapat menggagalkan apa yang telah Allah tetapkan.
Inilah inti Injil: Yesus bukan sekadar memberikan anugerah, Dialah Anugerah Allah yang datang ke dunia. Allah tidak hanya mengirimkan pertolongan dari surga, tetapi mengutus Anak-Nya sendiri untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak mampu menyelamatkan dirinya. Melalui kehidupan-Nya yang sempurna, kematian-Nya sebagai pengganti orang berdosa, dan kebangkitan-Nya yang penuh kemenangan, Kristus melakukan semua yang kita tidak pernah sanggup lakukan.
Karena itu, di dalam Kristus kita menemukan segala sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Ketika kita mencari hikmat, Dia adalah Penasihat Ajaib. Ketika kita merasa lemah, Dia adalah Allah yang Perkasa. Ketika kita merasa sendirian, Dia menerima kita sebagai milik-Nya. Ketika hati kita gelisah, Dia adalah Raja Damai yang memberikan damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Dia bukan hanya memberi arah bagi hidup kita, tetapi menjadi hidup itu sendiri. Dia bukan hanya menunjukkan kasih karunia Allah, tetapi Dialah perwujudan kasih karunia Allah yang datang kepada setiap kita.
Hari ini pandanglah kembali Yesus yang dilukiskan melalui firman Tuhan. Semakin Anda mengenal siapa Kristus, semakin Anda menyadari bahwa Dialah jawaban atas kebutuhan terdalam hidup ini. Jangan hanya mengagumi gambaran tentang Yesus, tetapi datanglah kepada Pribadi-Nya. Sebab hanya di dalam Dia ada anugerah, damai sejahtera, dan keselamatan yang kekal.
Refleksi
Bacalah 1 Korintus 1:26–31 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 9-12