ANUGERAH YANG MENJANGKAU ORANG BERDOSA
LUKAS 19-20
Anugerah Allah tidak pernah terlalu lemah untuk menyelamatkan seseorang dari cengkeraman dosa yang begitu kuat.
Kisah berikut mungkin sudah begitu akrab bagi kita sehingga kita lupa betapa mengejutkannya kisah ini bagi orang-orang yang pertama kali mendengarnya: “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Luk. 19:5–10).
Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai yang kaya dan bertubuh pendek. Ia mendengar bahwa Yesus akan datang. Karena terhalang oleh orang banyak, Zakheus memanjat sebuah pohon untuk memastikan bahwa ia dapat melihat Yesus. Yesus melihat Zakheus di atas pohon itu dan menyuruhnya turun karena Ia ingin menumpang di rumahnya.
Kesediaan Yesus untuk tinggal di rumah Zakheus ini menimbulkan kehebohan di tengah orang banyak yang merasa dirinya benar. Mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa Yesus bersedia masuk ke rumah seorang yang mereka pandang sebagai pendosa.
Pada masa itu, para pemungut cukai dianggap sebagai lambang penindasan pemerintah Romawi. Orang-orang seperti Zakheus sering memungut pajak dalam jumlah yang sangat besar sehingga memberatkan kehidupan masyarakat Yahudi. Banyak dari mereka menjadi kaya melalui praktik tersebut. Karena itu, para pemungut cukai dipandang sebagai pengkhianat dan penindas, bahkan dianggap sebagai orang berdosa yang tidak layak menerima pengampunan. Namun, orang yang dianggap tidak layak oleh manusia ternyata tidak berada di luar jangkauan anugerah Allah.
Alkitab tidak menjelaskan secara terperinci kapan atau bagaimana anugerah Allah mulai bekerja dalam hati Zakheus. Namun, kita dapat melihat tanda-tanda pekerjaan anugerah itu melalui responsnya.
Pertama, Zakheus begitu ingin melihat Yesus. Ketika Yesus menyatakan keinginan untuk tinggal di rumahnya, ia menyambut-Nya dengan penuh sukacita. Bagi kebanyakan pemungut cukai saat itu, Yesus mungkin bukanlah sosok yang ingin mereka temui. Bahkan, mereka mungkin akan mengejek pengajaran dan pengakuan-Nya.
Kedua, kehidupan Zakheus mulai menunjukkan perubahan yang nyata. Ia dengan sukarela bersedia memberikan setengah dari kekayaannya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada orang-orang yang pernah diperasnya. Jelas bahwa anugerah yang mengubahkan telah bekerja dalam diri Zakheus, dan Yesus menyatakan kepadanya bahwa keselamatan telah hadir dalam hidupnya. Anugerah yang menyelamatkan bukan hanya mengubah kedudukan seseorang di hadapan Allah, tetapi juga mulai menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupannya. Itulah yang terlihat dalam diri Zakheus. Yesus menyatakan bahwa keselamatan telah datang ke rumahnya.
Sepertinya, perkataan terakhir Yesus dalam bagian ini tidak hanya ditujukan kepada Zakheus, tetapi juga kepada orang banyak yang bersungut-sungut, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Tentu saja Yesus bersedia masuk ke rumah orang yang dianggap begitu tidak layak ini. Inilah tujuan kedatangan-Nya: mencari mereka yang terhilang dan membawa mereka kepada diri-Nya.
Kita perlu ingat bahwa tidak seorang pun, betapa pun tidak layaknya orang itu menurut penilaian kita, berada di luar jangkauan anugerah Yesus. Dosa menempatkan kita semua pada kedudukan yang sama. Setiap orang berdiri di hadapan Allah dalam keadaan tidak layak. Tidak seorang pun di antara kita lebih layak diterima daripada orang lain.
Puji Tuhan anugerah dilimpahkan pada kita. Sebab anugerah adalah alasan Allah masuk ke dalam rumah kita dan menyatakan keselamatan. Allah berpihak kepada orang berdosa, keselamatan-Nya tersedia bagi mereka yang terhilang.
Refleksi
Bacalah 1 Timotius 1:12-17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Lukas 19-20