KEJAHATAN SUDAH DIKALAHKAN
2 RAJA-RAJA 20–22
Ketika melihat kegelapan moral dan rohani di sekitar kita, kita mungkin bertanya: Apakah kejahatan akan menang pada akhirnya?
Saat membaca bagian firman hari ini, hati kita seharusnya berduka. Bahkan mungkin muncul pertanyaan: "Apakah ini akhirnya? Mungkinkah keadaan menjadi lebih buruk lagi bagi umat Allah?"
Dalam 2 Raja-Raja 21:1–9: “Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hefzibah. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan oleh Hizkia, ayahnya; ia membangun mezbah-mezbah untuk Baal, membuat patung Asyera seperti yang dilakukan Ahab, raja Israel, dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepadanya. Ia mendirikan mezbah-mezbah di rumah TUHAN, walaupun sehubungan dengan rumah itu TUHAN telah berfirman: 'Di Yerusalem Aku akan menaruh nama-Ku!' Dan ia mendirikan juga mezbah-mezbah bagi segenap tentara langit di kedua pelataran rumah TUHAN. Bahkan, ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan ramal dan telaah, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya. Ia menaruh juga patung Asyera yang telah dibuatnya dalam rumah, walaupun sehubungan dengan rumah itu TUHAN telah berfirman kepada Daud dan kepada Salomo, anaknya: 'Dalam rumah ini dan di Yerusalem, yang telah Kupilih dari antara segala suku Israel, Aku akan menaruh nama-Ku untuk selama-lamanya! Aku tidak akan membiarkan bangsa Israel lagi dibawa keluar dari tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, asal saja mereka tetap berbuat tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepada mereka dan tepat menurut hukum yang telah diperintahkan kepada mereka oleh hamba-Ku Musa.' Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, dan Manasye menyesatkan mereka, sehingga mereka melakukan yang jahat lebih dari pada bangsa-bangsa m yang telah dipunahkan TUHAN dari hadapan orang Israel.”
Ini adalah bagian yang berat untuk dibaca. Seolah-olah kebenaran telah dikalahkan, dan kejahatan kini berkuasa. Manasye membawa umat Allah jatuh ke dalam kejahatan yang bahkan melampaui bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah di sekitar mereka. Ia mencemarkan rumah Tuhan dengan penyembahan berhala, mempersembahkan anaknya sendiri kepada allah palsu, mencari petunjuk dari roh-roh, dan mengabaikan peringatan Tuhan.
Apakah ini akhir dari segalanya? Apakah kejahatan akhirnya akan menang? Jawaban Alkitab dengan tegas adalah: Tidak. Kebenaran akan tetap menang, karena ada Pribadi yang kudus yang bertakhta atas seluruh alam semesta. Ia berkuasa, dan pada akhirnya kehendak-Nya pasti terjadi. Sejahat apa pun keadaan dunia ini, rencana kudus Allah dan masa depan umat pilihan-Nya tidak pernah berada dalam bahaya. Pada akhirnya, Allah akan menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya, dan Ia akan mendatangkan damai sejahtera dan kebenaran untuk selama-lamanya.
Melalui Injil kita melihat bukti kemenangan itu: di salib, saat tampaknya kejahatan menang, justru Kristus sedang mengalahkan dosa, maut, dan Iblis. Kebangkitan-Nya adalah jaminan bahwa terang pasti mengalahkan gelap. Salib berkata kejahatan tidak menang, dan kubur kosong mendeklarasikan bahwa Kristus sudah menang. Di tengah kegelapan zaman ini, janganlah takut atau panik. Tuhan kita tetap bertakhta dalam kuasa dan kemuliaan, dan Dia pasti menang.
Refleksi
Bacalah Mazmur 110:1–7 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 20-22